Tantangan Generasi Muda dan Peran Zakat
Hassan menyoroti tantangan serius yang dihadapi generasi muda Indonesia, mulai dari pengangguran hingga kesehatan mental. Meski angka pengangguran nasional menurun, kelompok pemuda masih menjadi penyumbang terbesar.
"Ketimpangan pendidikan juga menjadi persoalan mendasar. Masih ada sekitar 24,3 persen masyarakat Indonesia yang belum pernah sekolah," jelasnya. Selain itu, meningkatnya kasus perundungan dan gangguan mental di kalangan muda menjadi keprihatinan tersendiri.
Inisiatif BAZMA untuk Pemuda Indonesia
BAZMA menjalankan berbagai inisiatif sosial untuk menjawab tantangan tersebut, termasuk SMK gratis khusus laki-laki dan rumah singgah bagi pasien cuci darah. "Kami banyak menemui anak muda yang sudah harus cuci darah. Ini menggambarkan kondisi kesehatan generasi sekarang yang perlu perhatian serius," ungkap Hassan.
Menurutnya, zakat bukan sekadar aktivitas distribusi dana, tetapi energi peradaban yang mampu menjawab berbagai persoalan bangsa menuju visi Indonesia 2045.
Pesan untuk Generasi Muda
Hassan memberikan tiga pesan inspiratif bagi generasi muda: connection (membangun jejaring), collaboration (membuat gerakan bersama), dan contribution (memberikan kontribusi melalui donasi, pengetahuan, atau keterampilan).
Dia optimistis profesi amil akan semakin dihargai di masa depan. "Amil ke depan butuh keterampilan baru, dan itu hanya bisa dibangun dari semangat muda yang mau belajar dan berkontribusi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anjing Liar dan Lalai Pemilik: Dua Insiden Serangan Ganas Guncang Jawa Barat
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos