BLT Rp30 Triliun Dibagikan, Erick Sitompul Minta Kominfo Blokir Judi Online!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:00 WIB
BLT Rp30 Triliun Dibagikan, Erick Sitompul Minta Kominfo Blokir Judi Online!

BLT Rp30 Triliun 2025 Disalurkan, APIB Desak Komdigi Blokir Judi Online

Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp30 triliun untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Bantuan sebesar Rp900 ribu per keluarga ini diberikan kepada 35,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui kantor pos dan bank-bank Himbara.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran BLT 2025 berasal dari hasil efisiensi belanja kementerian dan pemerintah daerah. Kebijakan ini merupakan bagian dari program pro-rakyat yang diusung Kabinet Merah Putih.

APIB Apresiasi Efisiensi Anggaran untuk BLT

Ketua Umum Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB), Erick Sitompul, menyambut positif alokasi dana efisiensi untuk BLT. Menurutnya, langkah ini lebih bermanfaat dibandingkan pengeluaran APBN untuk kegiatan seremonial dan proyek pencitraan.

"Program BLT Rp30 triliun ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada rakyat miskin. Sudah waktunya belanja seremonial dan kunjungan luar negeri yang tidak efektif dihapus," tegas Erick Sitompul.

Ancaman Judi Online terhadap Efektivitas BLT

Erick Sitompul mengingatkan adanya ancaman besar terhadap dampak positif BLT, yaitu maraknya judi online (judol). Ia mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera memblokir seluruh akun dan situs judi online yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan.

"Kasihan rakyat penerima BLT. Jika tergoda main judol, bantuan itu bisa habis dalam sekejap. Pemerintah harus melindungi masyarakat dari godaan judi online," imbau Erick.

Berdasarkan perhitungan APIB, jika 10% dari total BLT Rp30 triliun tersedot judi online, kerugian negara dan rakyat bisa mencapai Rp3 triliun hanya dalam tiga bulan.

Dampak Buruk Judi Online yang Mengkhawatirkan

Erick juga memaparkan dampak buruk judi online yang sudah nyata di masyarakat, mulai dari kasus pembunuhan, bunuh diri, hingga keretakan keluarga. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas pemerintah untuk menutup akses judi online dan menyelamatkan masyarakat, khususnya penerima BLT, dari jebakan bandar judi.

Dengan penyaluran BLT 2025 yang sudah dimulai, perlindungan terhadap dana bantuan dari praktik judi online menjadi perhatian utama berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi perekonomian keluarga penerima.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar