BLT Rp30 Triliun 2025 Disalurkan, APIB Desak Komdigi Blokir Judi Online
Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp30 triliun untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Bantuan sebesar Rp900 ribu per keluarga ini diberikan kepada 35,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui kantor pos dan bank-bank Himbara.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran BLT 2025 berasal dari hasil efisiensi belanja kementerian dan pemerintah daerah. Kebijakan ini merupakan bagian dari program pro-rakyat yang diusung Kabinet Merah Putih.
APIB Apresiasi Efisiensi Anggaran untuk BLT
Ketua Umum Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB), Erick Sitompul, menyambut positif alokasi dana efisiensi untuk BLT. Menurutnya, langkah ini lebih bermanfaat dibandingkan pengeluaran APBN untuk kegiatan seremonial dan proyek pencitraan.
"Program BLT Rp30 triliun ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada rakyat miskin. Sudah waktunya belanja seremonial dan kunjungan luar negeri yang tidak efektif dihapus," tegas Erick Sitompul.
Ancaman Judi Online terhadap Efektivitas BLT
Erick Sitompul mengingatkan adanya ancaman besar terhadap dampak positif BLT, yaitu maraknya judi online (judol). Ia mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera memblokir seluruh akun dan situs judi online yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan.
"Kasihan rakyat penerima BLT. Jika tergoda main judol, bantuan itu bisa habis dalam sekejap. Pemerintah harus melindungi masyarakat dari godaan judi online," imbau Erick.
Berdasarkan perhitungan APIB, jika 10% dari total BLT Rp30 triliun tersedot judi online, kerugian negara dan rakyat bisa mencapai Rp3 triliun hanya dalam tiga bulan.
Dampak Buruk Judi Online yang Mengkhawatirkan
Erick juga memaparkan dampak buruk judi online yang sudah nyata di masyarakat, mulai dari kasus pembunuhan, bunuh diri, hingga keretakan keluarga. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas pemerintah untuk menutup akses judi online dan menyelamatkan masyarakat, khususnya penerima BLT, dari jebakan bandar judi.
Dengan penyaluran BLT 2025 yang sudah dimulai, perlindungan terhadap dana bantuan dari praktik judi online menjadi perhatian utama berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi perekonomian keluarga penerima.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar