Momen Jokowi di UGM: Perbedaan Salam Khas Universitas yang Jadi Sorotan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam sebuah acara yang penuh khidmat di Balairung UGM, Yogyakarta. Namun, sebuah momen kecil menjadi perhatian publik ketika Jokowi terlihat berbeda saat peserta bersama-sama mengucapkan salam khas UGM.
Acara dimulai dengan salam lingkungan khas Fakultas Kehutanan UGM, "Salam Lestari!", yang diucapkan serentak oleh seluruh peserta. Suara bergema di seluruh ruangan, mencerminkan semangat konservasi dan cinta alam yang menjadi identitas fakultas tersebut.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan salam Universitas Gadjah Mada, di mana seluruh peserta menaruh tangan di dada sebelah kiri sebagai simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap almamater. Namun, dalam momen ini, Jokowi tampak tidak mengikuti gerakan tersebut secara persis. Ia terlihat hanya menundukkan kepala dan tersenyum, tanpa mengangkat tangan ke dada seperti yang dilakukan peserta lain.
Momen ini terekam dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sebuah unggahan di Twitter menunjukkan video singkat kejadian tersebut dengan narasi yang mempertanyakan hal ini.
Mengaku alumni tapi salam UGM gak tau🤣 pic.twitter.com/9oWo9vuhJt
Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) October 17, 2025
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang akrab disapa Bu Ovi, dengan hangat menyambut kehadiran mantan mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 itu. Dalam sambutannya, Ova menyebut Jokowi sebagai sosok teladan bagi civitas akademika UGM, terutama bagi mahasiswa kehutanan.
“Yang terhormat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, alumni Fakultas Kehutanan tahun 1980 kebanggaan fakultas kehutanan dan Universitas Gadjah Mada,” ujar Ova dengan nada penuh kebanggaan.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan tamu undangan. Banyak mahasiswa yang terlihat menyorot kamera ponsel mereka ke arah Jokowi, mengabadikan momen langka tersebut.
Rektor Ova Emilia menegaskan bahwa Jokowi adalah "kebanggaan Fakultas Kehutanan" karena dianggap berhasil membawa semangat "UGM untuk Indonesia" ke panggung nasional.
“Beliau menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus bukan hanya untuk teori, tapi benar-benar diterapkan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Ova.
Artikel Terkait
Madura United Hajar Bali United 2-0, Jauh dari Zona Degradasi
Jalan Sidrap-Soppeng Semakin Rusak, Genangan Air Sembunyikan Lubang Berbahaya
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional