Dampak Jangka Panjang dan China Debt Trap
Skema pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga mengundang kekhawatiran terkait potensi jebakan utang China (China Debt Trap). Pola pembiayaan dengan pinjaman besar untuk proyek infrastruktur berisiko tinggi dapat membahayakan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Kritik terhadap model pembiayaan ini semakin mengemuka mengingat tingginya ketergantungan pada pihak asing dan minimnya perlindungan terhadap kepentingan nasional.
Perubahan Paradigma Pembangunan Infrastruktur
Era kepemimpinan baru membawa perubahan paradigma dalam pembangunan infrastruktur. Penekanan kini bergeser dari proyek-proyek megah yang berorientasi pencitraan menuju pembangunan yang rasional, terukur, dan berkelanjutan.
Prinsip-prinsip kelayakan ekonomi, kebutuhan riil masyarakat, dan keberlanjutan fiskal menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Pelajaran Berharga untuk Pembangunan ke Depan
Pengalaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya studi kelayakan yang komprehensif, transparansi dalam pengelolaan anggaran, dan ketegasan dalam menjaga kepentingan fiskal negara.
Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya mempertimbangkan kecepatan penyelesaian dan nilai politis, tetapi lebih penting lagi, dampak ekonomi jangka panjang dan manfaat riil bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?