Kondisi utang KCIC masih menjadi misteri karena tidak transparannya laporan keuangan. Berdasarkan estimasi:
- Total utang diperkirakan sekitar Rp 116 triliun
- Dengan bunga konservatif 2% per tahun, beban bunga tahunan mencapai Rp 2,32 triliun
- Terjadi defisit dimana beban bunga lebih besar dari pendapatan tiket
- Belum termasuk biaya operasional seperti gaji karyawan, pemeliharaan, dan biaya lainnya
- Pendapatan non-tiket dinilai tidak signifikan
Proyeksi Balik Modal
Dengan kondisi finansial seperti ini, pertanyaan kapan Whoosh akan balik modal masih belum terjawab. Realitas menunjukkan proyek ini menghadapi tantangan keuangan yang serius.
Perbandingan dengan Penawaran Awal
Yang menjadi catatan penting adalah adanya penawaran awal dari Jepang dengan bunga hanya 0,1% per tahun yang tidak dipilih, sementara keputusan akhir jatuh pada China dengan skema pembiayaan yang berbeda.
Dampak ke Depan
Yang pasti, konsekuensi finansial dari proyek ini akan ditanggung oleh 280 juta penduduk Indonesia. Jika tidak menggunakan APBN, maka Dana Nasional (Danantara) yang akan menalangi, yang juga merupakan uang rakyat. Mengingat KAI sebagai pemilik patungan dengan China tidak mungkin dibiarkan kolaps menanggung utang ini.
Sumber: Portal Islam - Barang Busuk
Artikel Terkait
Ketika Bumi Menolak, Langit Menyambut: Kisah Perjalanan Nabi yang Tak Mudah Diterima
Suara Rakyat Tersesat di Balik Dinding DPRD
Shalat Bukan untuk Mudahkan Hidup, Tapi untuk Menguatkan Jiwa
Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam