Proyek Kereta Cepat Whoosh: Kontroversi, Utang, dan Janji Tanpa APBN
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh, telah menjadi salah satu proyek infrastruktur paling kontroversial di era pemerintahan Jokowi. Dari awal perencanaannya, proyek ini sudah diwarnai berbagai masalah, mulai dari penolakan keras hingga kini meninggalkan beban utang yang harus ditanggung.
Penolakan Keras dari Jonan
Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan diketahui menentang mati-matian proyek kereta cepat ini. Penolakan ini didasari oleh berbagai pertimbangan, terutama terkait aspek kelayakan ekonomi dan finansial dari proyek yang menelan dana sangat besar tersebut.
Janji Tanpa APBN vs Realita
Presiden Joko Widodo (Jokowi) awalnya berjanji bahwa pembangunan kereta cepat Whoosh tidak akan menggunakan dana APBN. Janji ini menjadi salah satu poin penting untuk meredam kekhawatiran publik. Namun dalam pelaksanaannya, nyatanya APBN tetap harus mengucur untuk menutupi berbagai kekurangan pendanaan yang terjadi.
Beban Utang yang Ditinggalkan
Kini, setelah kereta cepat Whoosh beroperasi, masalah terbesar yang muncul adalah beban utang yang harus ditanggung. Realita ini memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan finansial proyek infrastruktur megah ini ke depannya.
Sumber artikel asli: Portal-Islam.id
Artikel Terkait
Sutoyo Abadi: Oligarki dan Dinasti Jokowi Ancaman Nyata Keutuhan Bangsa
Wacana IPO PAM Jaya 2027 Dikecam: Langkah Ekstrem yang Abaikan Amanat Konstitusi
Kontroversi Ijazah Jokowi: Pola Wisuda UGM 1985 Tak Sesuai Bulan November
Prabowo Pacu Pendidikan, Kunjungan ke Inggris Jadi Langkah Strategis