- Menumpuk di sumsum tulang, merusak sistem kekebalan tubuh.
- Menurunkan jumlah sel darah putih dan trombosit.
- Meningkatkan risiko kanker darah (leukemia).
- Jika masuk ke saluran pencernaan, dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.
- Paparan yang mencapai otak berpotensi memicu kejang, disorientasi, hingga kematian dalam waktu singkat.
Ancaman Jangka Panjang yang Serius
Yang membuat Cesium-137 sangat ditakuti adalah waktu paruhnya yang mencapai 30 tahun. Artinya, zat ini dapat bertahan dan terus memancarkan radiasi dalam tubuh manusia serta lingkungan selama puluhan tahun.
Data tahun 2024 yang mencatat 1.659 kasus kanker aktif di Banten, dengan lonjakan signifikan di daerah seperti Cikande, semakin memperkuat kekhawatiran ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak paparan radioaktif tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Menyikapi hal ini, diperlukan sistem pemantauan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan akademisi untuk mengatasi dan mencegah dampak yang lebih luas.
Sumber: MURIANETWORK.COM
Artikel Terkait
Anjir Jadi Bumbu Wajib: Ketika Makian Kehilangan Taring di Mulut Kaum Muda
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian