Di Lancaster House yang megah di London, Presiden Prabowo Subianto duduk bersama para pelaku bisnis terkemuka. Forum bisnis dan investasi yang digelar Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy itu berlangsung hangat, penuh diskusi serius tentang masa depan kerja sama kedua negara.
Acara yang digelar Selasa (20/1) lalu itu, menurut rilis Biro Pers Istana Rabu kemarin, memang punya tujuan jelas. Kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas. Ini adalah penegasan komitmen Indonesia untuk membangun hubungan ekonomi dan investasi yang lebih strategis dengan Inggris.
Suasana pun segera hidup. Delegasi bisnis Inggris diperkenalkan lewat fasilitasi British Chamber of Commerce (BritCham). Tak ketinggalan, rombongan dari Indonesia yang dipimpin KADIN juga mendapat giliran. Sesi perkenalan itu rupanya jadi pemicu. Banyak yang langsung terlibat obrolan, menjajaki peluang nyata di bidang perdagangan, industri, hingga teknologi.
Namun begitu, puncaknya justru ada di sesi tanya jawab.
Presiden Prabowo sendiri yang mendengarkan langsung aspirasi dan pandangan dari para pengusaha. Beberapa perusahaan menyampaikan minat investasinya dengan rinci. Dialog berjalan interaktif, kadang diselingi tawa, mencerminkan antusiasme yang nyata terhadap arah pembangunan Indonesia.
“Kami melihat potensi yang sangat besar,” ujar salah seorang peserta, menggambarkan semangat yang berlangsung sepanjang forum.
Menutup acara, Lammy dan Prabowo berpose bersama para delegasi di Grand Staircase Lancaster House. Momen foto bersama itu sekaligus menandai berakhirnya forum sekaligus jamuan makan siang yang telah disiapkan.
Dalam kunjungannya, Presiden tak sendirian. Dia didampingi sejumlah menteri kunci: Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Rosan Roeslani (Investasi), Brian Yuliarto (Pendidikan Tinggi), dan Sakti Wahyu Trenggono (Kelautan). Juga hadir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya.
Kehadiran para pejabat tinggi ini sendiri sudah menyiratkan sesuatu. Forum di London itu bukan sekadar acara biasa. Ini adalah sinyal kuat keseriusan Indonesia mendorong kerja sama ekonomi yang lebih erat, sekaligus memperkuat citra negeri ini sebagai destinasi investasi yang kompetitif di mata dunia.
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu, 10 Juni 2026
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka