"Kalau merambah ke daerah kita yang tidak masuk konflik di Natuna Utara misalnya, lalu membangun pangkalan [militer] di sana, mau diapakan? Itu masalahnya," jelas Mahfud lebih lanjut.
Proyek Whoosh tercatat menelan biaya investasi US$7,2 miliar, mengalami pembengkakan US$1,2 miliar dari rencana awal. Pembiayaan tambahan ini ditanggung bersama oleh konsorsium Indonesia (60%) dan konsorsium China (40%).
Artikel Terkait
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung