Meski menyatakan bertanggung jawab penuh, fokus pernyataannya justru lebih banyak pada sisi positif. Ia menegaskan bahwa seluruh tim telah memberikan segalanya dan berhasil menetapkan standar baru sebagai fondasi untuk masa depan.
Kluivert juga mengklaim telah bekerja tanpa lelah untuk mempersatukan para pemain dari dalam dan luar negeri menjadi satu keluarga yang solid, didukung oleh staf yang kompak.
Di akhir pernyataannya, ia mengucapkan terima kasih atas dukungan tak henti dari para suporter. “Suara kalian berarti. Dukungan kalian menguatkan kami. Kepercayaan kalian menggerakkan kami,” tutupnya.
Namun, ketiadaan permohonan maaf yang eksplisit, ditambah dengan aksinya menonaktifkan kolom komentar, langsung memicu gelombang reaksi negatif dari warganet. Banyak yang merasa tidak diberi ruang untuk menyuarakan kekecewaan mereka secara langsung.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Prabowo Sudah Siap Sajikan Ratusan Ribu Piring di Sulut
Iran Tegaskan Tolak Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Gus Ipul Lantik 830 ASN, Perkuat Program Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan
Kebijakan Dam Haji: Jemaah Bebas Pilih Lokasi Penunaian