Banjir Landa Akses Halim, Penumpang Whoosh Diimbau Cari Jalur Alternatif

- Jumat, 23 Januari 2026 | 01:20 WIB
Banjir Landa Akses Halim, Penumpang Whoosh Diimbau Cari Jalur Alternatif

Hujan deras yang mengguyur Jakarta ternyata bikin masalah di jalanan menuju Stasiun Halim. Akses utama lewat Jalan DI Panjaitan dilaporkan tergenang air, yang otomatis memacetkan lalu lintas. Buat calon penumpang kereta cepat Whoosh, situasi ini berisiko bikin mereka telat sampai stasiun.

Menanggapi hal itu, manajemen KCIC langsung angkat bicara. Lewat siaran pers Kamis lalu, General Manager Eva Chairunisa mengimbau penumpang untuk berangkat lebih awal dan cari jalur lain.

"Kami imbau calon penumpang Whoosh untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal dan pertimbangkan jalur alternatif," ujar Eva.

Jalur alternatif yang dimaksud? Penumpang bisa manfaatkan exit tol Halim atau naik LRT. Dua opsi ini dianggap lebih aman dari banjir dan kemacetan, sehingga perjalanan ke stasiun bisa lebih lancar.

Nah, buat yang khawatir telat, KCIC ngasih keringanan. Mereka sediakan fasilitas reschedule, lho. Penumpang yang telat sampai masih bisa mengubah jadwal keberangkatannya, asalkan masih dalam batas 15 menit setelah jadwal semula. Prosesnya bisa langsung di loket stasiun.

Di sisi lain, operasional kereta cepat Whoosh sendiri tidak terganggu. Jalur dan prasarananya aman, tidak ada keterlambatan. Tapi, kalau hujan di sepanjang rel memang sangat lebat, kecepatan kereta akan dibatasi demi alasan keamanan. Itu prosedur standar.

Di area Stasiun Halim sendiri, persiapan sudah dilakukan. Petugas tambahan disiagakan untuk membantu penumpang, mulai dari memberi arahan, bantu di area luar stasiun, sampai memastikan keamanan di tengah hujan dan kondisi licin.

Terus pantau informasi terbaru aja. Kata Eva, KCIC akan terus memantau kondisi cuaca dan akses jalan, lalu menyampaikan updatenya lewat kanal resmi perusahaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar