Hujan deras yang mengguyur Jakarta ternyata bikin masalah di jalanan menuju Stasiun Halim. Akses utama lewat Jalan DI Panjaitan dilaporkan tergenang air, yang otomatis memacetkan lalu lintas. Buat calon penumpang kereta cepat Whoosh, situasi ini berisiko bikin mereka telat sampai stasiun.
Menanggapi hal itu, manajemen KCIC langsung angkat bicara. Lewat siaran pers Kamis lalu, General Manager Eva Chairunisa mengimbau penumpang untuk berangkat lebih awal dan cari jalur lain.
"Kami imbau calon penumpang Whoosh untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal dan pertimbangkan jalur alternatif," ujar Eva.
Jalur alternatif yang dimaksud? Penumpang bisa manfaatkan exit tol Halim atau naik LRT. Dua opsi ini dianggap lebih aman dari banjir dan kemacetan, sehingga perjalanan ke stasiun bisa lebih lancar.
Nah, buat yang khawatir telat, KCIC ngasih keringanan. Mereka sediakan fasilitas reschedule, lho. Penumpang yang telat sampai masih bisa mengubah jadwal keberangkatannya, asalkan masih dalam batas 15 menit setelah jadwal semula. Prosesnya bisa langsung di loket stasiun.
Di sisi lain, operasional kereta cepat Whoosh sendiri tidak terganggu. Jalur dan prasarananya aman, tidak ada keterlambatan. Tapi, kalau hujan di sepanjang rel memang sangat lebat, kecepatan kereta akan dibatasi demi alasan keamanan. Itu prosedur standar.
Di area Stasiun Halim sendiri, persiapan sudah dilakukan. Petugas tambahan disiagakan untuk membantu penumpang, mulai dari memberi arahan, bantu di area luar stasiun, sampai memastikan keamanan di tengah hujan dan kondisi licin.
Terus pantau informasi terbaru aja. Kata Eva, KCIC akan terus memantau kondisi cuaca dan akses jalan, lalu menyampaikan updatenya lewat kanal resmi perusahaan.
Artikel Terkait
442 Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Pondok Gede Berangkat ke Tanah Suci, Tiga Orang Tertinggal karena Sakit
China Perketat Investasi Asing ke Perusahaan Teknologi dan AI Usai Akuisisi Manus
AS Jatuhkan Sanksi ke Kilang Minyak China dan Puluhan Kapal Tanker akibat Bisnis Minyak Iran
Kemenperin Dorong Kemasan Kertas Aseptik sebagai Alternatif Ramah Lingkungan untuk Industri Makanan dan Minuman