Kepala Sekolah Dicopot Sementara
Imbas dari kasus ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Gunungsitoli resmi dinonaktifkan dari jabatannya. Pencopotan sementara ini dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait dua hal: dugaan penyelewengan dana SPP dan kasus siswi yang dilarang ujian.
“Ini akan kami lakukan pemeriksaan. Sembari itu, dia kita nonaktifkan dulu. Kalau terbukti, akan dicopot permanen,” tegas Alexander Sinulingga.
Penjelasan Pihak Sekolah
Berbeda dengan narasi yang viral, perwakilan SMAN 1 Gunungsitoli, Otenieli, menyangkal adanya aturan yang melarang siswa berujung karena tunggakan SPP. Ia menegaskan bahwa sekolah wajib mengikutkan semua siswa dalam ujian, terlepas dari status pembayaran sumbangan.
“Sekalipun belum membayar, ada yang sampai sekarang belum membayar tetapi mereka ujian. Tidak ada alasan masalah sumbangan tersebut,” ungkap Otenieli. Ia juga menambahkan bahwa sekolah tidak pernah menginstruksikan wali kelas untuk menahan siswa yang belum membayar.
Sumber: Tribunnews.com
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Aturan Penempatan Polisi Aktif di Jabatan Sipil Rampung Awal 2026
Kajari Sampang Dibawa ke Jakarta, Bupati Hanya Diperiksa di Lokal
Karung Hijau dan Uang Rp 2,6 Miliar: Kisah Suap Jabatan di Pati
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Sumatera Mulai Dipulihkan