"Kita konsultasi ke kepolisian, masuk unsurnya," ucapnya. Namun, berdasarkan hasil konsultasi, untuk laporan pencemaran nama baik harus dilaporkan secara langsung oleh pihak yang bersangkutan. "Kami disarankan agar korban langsung yang membuat laporan polisi karena nama dia langsung yang dituduh di situ," kata Riski.
Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terbaru, Pasal 27A menyebutkan bahwa yang berwenang melaporkan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik adalah korban itu sendiri.
Direktur Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama, menegaskan komitmen lembaganya untuk memproses hukum persoalan ini. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku sehingga tidak sembarangan menuduh melalui unggahan media sosial.
"Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Kami menjaga martabat institusi Polri," ucapnya.
Artikel Terkait
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam