Seiring meningkatnya penggunaan blockchain, kebutuhan akan solusi skalabilitas juga ikut berkembang. Layer 2 hadir sebagai solusi yang dibangun di atas jaringan utama seperti Ethereum untuk meningkatkan kecepatan dan menurunkan biaya transaksi. Potensinya yang besar membuat token Layer 2 semakin diminati oleh investor kripto yang ingin mendapatkan keuntungan jangka panjang dari pertumbuhan ekosistem blockchain.
Namun, tidak semua token Layer 2 memiliki prospek yang sama. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih token untuk investasi. Salah satunya adalah keterkaitannya dengan jaringan utama seperti Ethereum yang saat ini mendominasi sektor DeFi dan NFT. Maka dari itu, memahami harga ETH sekarang juga menjadi acuan penting untuk mengukur potensi dari token Layer 2 yang berjalan di atasnya.
Panduan Memilih Token Layer 2 yang Tepat untuk Investasi
Berikut enam panduan penting yang bisa dijadikan acuan sebelum memilih token Layer 2 untuk investasi jangka pendek maupun panjang.
1. Periksa Skalabilitas Teknologi
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah seberapa jauh teknologi Layer 2 tersebut mampu meningkatkan skalabilitas jaringan utama. Tujuan utama Layer 2 adalah untuk mempercepat transaksi dan mengurangi biaya tanpa mengorbankan keamanan. Pastikan proyek tersebut menawarkan inovasi teknologi yang jelas, seperti rollup (Optimistic dan ZK-Rollup), state channels, atau sidechains. Proyek seperti Arbitrum dan zkSync misalnya, sudah terbukti mampu menangani ribuan transaksi per detik dan menjadi pilihan utama bagi banyak dApp.
2. Cek Adopsi dan Kemitraan Proyek
Tingkat adopsi menunjukkan seberapa banyak proyek dan pengguna yang memanfaatkan jaringan Layer 2 tersebut. Semakin tinggi angka ini, semakin besar pula kepercayaan pasar terhadap proyek tersebut. Periksa pula kemitraan strategis yang dimiliki, seperti kolaborasi dengan protokol DeFi, bursa kripto, atau pengembang NFT. Token Layer 2 yang aktif digunakan dalam ekosistem Ethereum dan memiliki kolaborasi dengan proyek besar umumnya punya prospek pertumbuhan yang kuat.
Artikel Terkait
Baduy Dalam Ditutup Tiga Bulan, Ritual Kawalu Mulai Pekan Depan
Polri Pacu Swasembada Jagung, 1,3 Juta Hektar Lahan Teridentifikasi
Atlet SEA Games 2025 Disambut Bonus Miliaran di Istana Negara
Ahok Buka Suara Soal Pemilihan Diatur yang Bikinnya Cabut dari Partai