Proses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat panjang dan melalui tahapan konstitusional yang ketat.
Oleh karena itu, analis komunikasi politik, Hendri Satrio alias Hensat menyebut, meski DPR menerima usulan pemakzulan, prosesnya tidak bisa langsung diputuskan.
“Kalaupun DPR setuju, usulan itu harus dilempar dulu ke Mahkamah Konstitusi. Kemudian dari MK dibalikin lagi ke DPR. Jadi perjalanannya jauh,” ujar Hensat lewat kanal YouTube pribadinya, Senin 9 Juni 2025.
Menanggapi dinamika di parlemen, Hensat menilai Gibran memang tidak memiliki kekuatan politik secara langsung di DPR karena bukan berasal dari partai politik.
Namun, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menekankan bahwa kekuatan Gibran justru datang dari jejaring politik ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.
“Gibran itu enggak punya kekuatan matematika di DPR. Tapi banyak teman-teman bapaknya yang jadi ketua umum partai politik. Ada Zulhas, ada Bahlil, Presiden Prabowo juga teman bapaknya,” jelas Hensat.
Ia juga menyebut beberapa tokoh partai lainnya seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai sahabat politik Jokowi.
“AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) teman bapaknya bukan sih? Tapi kalau bapaknya AHY, teman bapaknya Gibran tuh,” seloroh Hensat.
Menurut Hensat, pengaruh Jokowi masih sangat kuat di parlemen, dan hal itu berpengaruh besar terhadap posisi Gibran.
"Yang main bapaknya dari dulu. Udah buka-bukaan aja,” pungkas dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina itu.
Sumber: rmol
Foto: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka/Istimewa
Artikel Terkait
Desa Tempur Terkepung: 3.500 Jiwa Terisolasi Usai Longsor dan Jalan Putus Total
Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema
Residivis Motor Dibekuk Usai Beraksi Empat Kali Sehari dan Tembak Warga
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba