"Dampak dari banjir yang terjadi ini telah menyebabkan sejumlah jalan raya, fasilitas umum dan ratusan rumah warga terendam. Kami juga sudah mengungsikan warga terdampak paling parah ke posko pengungsian," sambungnya.
BPBD Gresik juga sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menangani banjir, mulai dari Balai Besar Bengawan Solo (BBWS), BPBD Jawa Timur, serta relawan desa dan pemerintah setempat.
"Termasuk dengan DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kabupaten Gresik untuk penanganan lanjutan,” tegasnya.
Sementara, salah seorang warga Desa Boboh, Kecamatan Menganti bernama Sari mengatakan, banjir belum kunjung surut akibat adanya tanggul jebol.
"Ada tanggul jebol di Boboh Kidul, makanya airnya tidak kunjung surut, malah meninggi di beberapa titik. Ketinggian mencapai 50 cm sehingga warga tidak bisa masak dan ndak punya makanan untuk berbuka (puasa)," kata Sari.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK
Duka dan Amarah di Boyolali: Bocah Tewas, Ibu Kritis dalam Perampokan Biadab
Tragedi Lula Lahfah: Tabung Pink dan Misteri Kematian yang Tak Terautopsi
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu