Potret penolakan diperlihatkan oleh ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Wamena, Papua Pegunungan, turun ke jalan untuk menolak Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Mereka menggelar aksi di Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan menegaskan bahwa mereka lebih membutuhkan pendidikan gratis yang berkualitas.
"Kami menolak MBG dan meminta pendidikan gratis di seluruh Papua!" ujar Rohex Rolembo, penanggung jawab aksi.
Selain di Wamena, demonstrasi juga terjadi di Nabire dan Dogiyai, Papua Tengah.
Namun, meski mendapat penolakan dari sejumlah pihak, Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program MBG akan tetap dilaksanakan, terutama bagi siswa yang benar-benar membutuhkan bantuan makanan.
"BGN tetap laksanakan persiapan dan pelaksanaan program, terutama yang sangat membutuhkan," ujar Dadan kepada Disway, 17 Februari 2025.
Ia menyampaikan bahwa di Papua sendiri pelaksanaan program MBG ini sudah berjalan di hampir seluruh wilayah.
"(Mencakup) 7 dari 8 provinsi," tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah bertujuan membantu anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama di daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi.
Papua menjadi salah satu wilayah prioritas program ini karena angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Namun, tidak semua siswa menyambut program ini dengan baik.
Di beberapa wilayah, seperti Papua Pegunungan, justru muncul gelombang penolakan, di mana para siswa menilai bahwa mereka lebih membutuhkan pendidikan gratis dibanding makanan gratis.
Sumber: disway
Foto: Potret penolakan diperlihatkan oleh ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Wamena, Papua Pegunungan, turun ke jalan untuk menolak Makan Bergizi Gratis atau MBG. --Veronica Koman
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Dinas Madiun, Barang Bukti Ratusan Juta Diamankan
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik