PDIP Akan Resmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:54 WIB
PDIP Akan Resmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengumumkan partainya akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan 30 tahun peristiwa tersebut. Monumen ini dibangun sebagai pengingat agar kekerasan yang dilakukan atas nama negara tidak terulang kembali.

“Karena itulah PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu Monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi,” kata Hasto usai acara ‘Public Lecture Jalan Buntu Reformasi’ di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).

Menurut Hasto, peringatan 30 tahun Kudatuli bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga demokrasi. “Watak kekuasaan yang otoriter harus dihadapi bersama-sama dengan menumbuhkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat agar kebebasan berserikat, bersuara, dan berkumpul, termasuk adanya suara-suara kritis untuk mengoreksi kebijakan, itu dibuka suatu ruang,” ujarnya.

Ia menilai peringatan ini penting, termasuk bagi PDIP, untuk melakukan otokritik. “Peringatan 30 tahun Kudatuli ini sangat penting, termasuk bagi PDI Perjuangan agar sebagai bangsa kita juga melakukan otokritik tentang watak kekuasaan yang ada kecenderungan untuk menindas, watak kekuasaan yang hanya menentukan kebenaran sehingga anti terhadap kritik,” katanya.

Hasto menegaskan, peristiwa Kudatuli menjadi pelajaran ketika kekuasaan otoriter dibiarkan, dampaknya adalah kekacauan dan ancaman terhadap masa depan demokrasi. “30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter itu ketika dibiarkan, maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan,” jelasnya. Ia juga menyebut pentingnya kebebasan pers, kontrol masyarakat sipil, serta ruang bagi kritik agar Indonesia tidak kembali terjebak dalam praktik kekuasaan otoriter.

Rencana pembangunan monumen yang akan ditempatkan di Kantor DPP PDIP ini sebenarnya telah muncul sejak 2021. Hasto pernah menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang mengingatkan pentingnya membangun monumen untuk memperingati peristiwa itu. “Tadi pagi saya melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri terhadap acara tabur bunga ini, beliau juga mengingatkan bahwa penting bagi kita di tempat ini untuk membangun monumen 27 Juli,” tutur Hasto, Selasa (27/7/2021).

Monumen ini diharapkan menjadi simbol semangat demokrasi dari rakyat yang tidak pernah bisa dibungkam oleh kekuasaan otoriter. “Kita doakan para korban peristiwa Kudatuli tersebut. Kita doakan bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia, karena kekuatan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat itu terbukti mampu menumbangkan kekuasaan otoriter Soeharto,” ujar Hasto.

Kudatuli adalah peristiwa penyerangan Kantor Pusat DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Kerusuhan kemudian meluas ke beberapa ruas jalan di Jakarta. Berdasarkan penyelidikan Komnas HAM, terdapat 5 orang meninggal, 149 orang luka, dan 23 orang hilang dalam peristiwa itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags