PBB: Juni 2026 Jadi Bulan Paling Mematikan dalam Konflik Rusia-Ukraina

- Kamis, 16 Juli 2026 | 06:36 WIB
PBB: Juni 2026 Jadi Bulan Paling Mematikan dalam Konflik Rusia-Ukraina

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa Juni 2026 menjadi bulan paling mematikan dalam konflik Rusia-Ukraina sejak April 2022. Perang yang telah berlangsung empat tahun itu terus menimbulkan korban jiwa, dengan serangan terbaru pada Rabu (15/7) menewaskan 13 orang dan melukai 50 lainnya di seluruh Ukraina.

Korban tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Odesa di selatan hingga Sumy di timur laut. Di Sumy, yang berbatasan langsung dengan Rusia, serangan menggunakan enam bom berpemandu menewaskan tiga orang dan melukai 17 lainnya. Gubernur Sumy, Oleg Grygorov, mengatakan bahwa di antara korban tewas terdapat seorang perempuan dan seorang laki-laki, sementara satu korban lainnya mengalami luka parah sehingga sulit diidentifikasi jenis kelaminnya.

Di Odesa, yang berbatasan dengan Laut Hitam, kombinasi serangan drone dan rudal menghantam pelabuhan serta infrastruktur sipil. Gubernur Odesa, Oleg Kiper, menyebut serangan itu telah berlangsung selama lima hari berturut-turut. Akibatnya, tiga orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Wilayah lain juga mencatat korban jiwa. Otoritas Ukraina melaporkan empat orang tewas di Mykolaiv, satu orang di Kryvy Rih, dan dua orang di Donetsk. Sementara itu, di Zaporizhzhia, selatan Ukraina, tiga orang tewas dan 15 lainnya luka-luka. Dinas penyelamatan Ukraina melalui Telegram mengabarkan bahwa para korban dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang hancur.

122 Serangan Drone dan Balasan Rusia

Ukraina mencatat total 122 serangan drone pada hari itu, namun 101 di antaranya berhasil ditembak jatuh. Rusia membalas dengan menargetkan logistik militer Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan di Odesa ditujukan untuk menghancurkan fasilitas yang digunakan menyuplai Angkatan Bersenjata Ukraina, termasuk pelabuhan Odesa, Chornomorsk, dan Dnipro-Buh. Mereka juga mengklaim telah menyerang lokasi penyimpanan bahan bakar minyak, pabrik drone, dan kapal milik Angkatan Darat Ukraina.

Ukraina Balas dengan Serangan di Laut Azov

Ukraina tidak tinggal diam. Dalam beberapa hari terakhir, militer Ukraina menyerang sejumlah kapal Rusia di Laut Azov, jalur maritim penting bagi Rusia untuk transportasi produk agrikultur ke pasar internasional dan suplai ke Krimea. Intensitas serangan ini memaksa Rusia memindahkan jalur transportasi maritim mereka ke wilayah lain.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags