Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.643 pada akhir Juni 2026, melemah 7,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara year-to-date, indeks telah merosot 18,54 persen. Kapitalisasi pasar bursa juga tergerus: dari Rp10.729 triliun pada Mei menjadi Rp9.897 triliun pada Juni, atau turun 7,75 persen secara bulanan. Sepanjang tahun berjalan, valuasi pasar sudah menyusut 18,73 persen.
Selama 20 hari perdagangan di Juni, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp444,68 triliun dengan frekuensi 42,64 juta kali. Mayoritas saham yang menjadi top loser adalah emiten lapis dua dan tiga dengan kapitalisasi pasar sedang hingga kecil.
Saham dengan penurunan terdalam adalah PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang ambles 55,50 persen dalam sebulan. Disusul PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) yang merosot 52,83 persen. Berikut daftar 20 saham top loser sepanjang Juni 2026:
DPUM -55,50%
KJEN -52,83%
TRUE -50,00%
UVCR -49,16%
COCO -48,39%
KDTN -45,50%
GPSO -40,20%
APIC -37,76%
STAR -36,65%
CTTH -36,47%
BIPI -36,36%
SUPA -36,31%
MDIA -35,63%
TCPI -35,02%
BNBR -34,88%
PADI -34,78%
VKTR -34,55%
MCAS -34,13%
CDIA -34,12%
PADA -34,06%
Top Loser LQ45
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar dalam indeks LQ45, beberapa juga mencatat penurunan signifikan. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin dengan koreksi 33,76 persen, diikuti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang turun 32,33 persen. Berikut daftar top loser LQ45 Juni 2026:
BRPT -33,76%
HRTA -32,33%
PGAS -25,21%
ESSA -23,13%
TLKM -22,44%
WIFI -21,71%
BUMI -21,43%
EMTK -20,98%
JPFA -20,61%
CPIN -20,37%
Artikel Terkait
IHSG Menguat ke 6.067 pada Sesi I, Didorong Sektor Properti dan Bahan Baku
IHSG Ditutup Hijau di Sesi I, Rupiah Ikut Menguat
IHSG Dibuka Menguat ke 6.068, Sebagian Sektor Berada di Zona Hijau
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Menguat ke Rp 18.091 per Dolar AS