Fenomena bulan purnama Juni yang dikenal sebagai Strawberry Moon akan kembali menghiasi langit pada akhir Juni 2026. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikannya langsung dengan mata telanjang, asalkan cuaca mendukung.
Berdasarkan data astronomi, fase purnama terjadi pada 29 Juni 2026 pukul 23.56 UTC. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), momen puncak berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB, atau 07.56 Wita dan 08.56 WIT. Meski puncak fase terjadi pada pagi hari saat bulan sudah berada di bawah horizon, masyarakat tetap bisa menikmati pemandangan bulan purnama pada malam sebelumnya maupun malam 30 Juni. Bulan purnama umumnya terbit saat matahari terbenam dan tenggelam saat matahari terbit, sehingga tampak sepanjang malam.
Untuk pengamatan terbaik, disarankan memilih waktu tidak lama setelah bulan mulai terbit pada Senin malam, 29 Juni 2026, atau pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Pada saat itu, bulan akan tampak rendah di ufuk timur sehingga terlihat lebih besar karena efek perspektif.
Cara Melihat Strawberry Moon
Fenomena ini dapat dinikmati tanpa alat bantu khusus. Agar pengamatan lebih optimal, beberapa tips berikut dapat diterapkan: pilih lokasi dengan pandangan ke arah timur yang terbuka, seperti pantai, lapangan, atau dataran tinggi; pastikan cuaca cerah dan minim awan; kurangi gangguan cahaya dari lampu perkotaan; datang beberapa saat sebelum bulan terbit untuk menyaksikan kemunculannya dari ufuk; dan gunakan kamera ponsel atau kamera digital jika ingin mengabadikan momen tersebut. Karena merupakan bulan purnama, Strawberry Moon akan tampak terang sepanjang malam sehingga mudah diamati tanpa teleskop.
Mengapa Disebut Strawberry Moon?
Strawberry Moon adalah salah satu nama tradisional untuk bulan purnama yang terjadi pada Juni. Penamaan ini dipopulerkan oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menandai musim panen stroberi liar. Meski demikian, penamaan bulan purnama sepanjang tahun berasal dari berbagai budaya yang berbeda, sehingga satu fase bulan dapat memiliki beragam nama sesuai tradisi masing-masing wilayah.
Nama Strawberry Moon tidak berarti bulan akan berwarna merah muda atau merah seperti stroberi. Warna bulan tetap dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan posisinya di langit. Saat baru terbit, bulan terkadang tampak kekuningan atau jingga karena cahaya yang melewati lapisan atmosfer lebih tebal.
Artikel Terkait
Pramono Ungkap Tiga Prioritas Jelang 500 Tahun Jakarta: LRT, Pedestrian Deck, dan Taman Semanggi
HUT ke-499 Jakarta: Pesta Rakyat, Tarif Rp1, dan Harapan Menuju Lima Abad
Portugal Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Ditahan Imbang Kolombia
Dari Dapur Seng di Cikarang, Siti Raup Omzet Ratusan Juta dari Usaha Kikil