Bahrain menuduh Iran melancarkan serangan drone ke wilayahnya pada Sabtu, 27 Juni 2026, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional. Pemerintah Bahrain mengecam insiden yang terjadi pada dini hari itu dan menegaskan bahwa serangan tersebut membahayakan keselamatan warga sipil serta berpotensi menggagalkan upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Dalam pernyataan yang dimuat Bahrain News Agency, Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut serangan melibatkan "sejumlah drone Iran." Namun, pemerintah tidak mengungkap lokasi maupun target spesifik yang diserang. Bahrain juga menegaskan memiliki hak penuh untuk mempertahankan kedaulatannya dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar meminta pertanggungjawaban Iran.
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan telah menyerang sejumlah lokasi penyimpanan rudal, drone, dan fasilitas radar Iran pada Jumat malam. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan pasukan angkatan lautnya telah menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan. IRGC juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila eskalasi konflik terus berlanjut.
Perkembangan ini terjadi meski Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menyepakati Islamabad Memorandum of Understanding (MoU) yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. MoU itu menjadi dasar dimulainya perundingan selama 60 hari guna mencapai kesepakatan damai yang lebih komprehensif.
Artikel Terkait
Pramono: 4 Juta Komuter dari Daerah Penyangga Jadi Penyebab Utama Macet Jakarta
Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Puncak HUT Jakarta ke-499 Diiringi Tanjidor
Jokowi Yakin PSI Tembus Parlemen pada Pemilu 2029
Polres Jakut Gelar Turnamen Mobile Legends dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80