Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (8 Juli 2026). Posisi ini menjadi salah satu yang terlemah dalam beberapa waktu terakhir dan kembali menyita perhatian pasar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan berkomentar banyak saat ditanya soal pelemahan tersebut. Ia justru mengarahkan pertanyaan kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar.
"Tanyakan ke bank sentral kitalah. Saya pikir bank sentral ngerti," kata Purbaya ditemui di kawasan olahraga Senayan, Jakarta, Rabu (8 Juli 2026).
Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab rupiah kembali menembus Rp18.000 per dolar AS, maupun langkah yang akan diambil pemerintah merespons pergerakan tersebut.
Sesumbar Menguat di Bulan Juni
Sikap Purbaya kali ini kontras dengan pernyataannya pada Mei 2026. Kala itu, ia optimistis rupiah akan menguat hingga ke level Rp15.000 pada Juni 2026. Ia bahkan meminta para pelaku pasar valas segera melepas dolar AS.
"Kalau saya bilang pemain valas, cepat-cepat jual lah. Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15 ribu," ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival, Jumat (22/5/2026).
Artikel Terkait
Rupiah Terus Melemah ke Rp18.128 per Dolar AS, Dipicu Konflik Iran-AS dan Data Domestik
IHSG Ditutup Hijau di Sesi I, Rupiah Melemah ke Rp18.101
IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Tertekan ke Rp 18.066 per Dolar AS
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.981 per Dolar AS