Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono angkat bicara soal maraknya video parodi di media sosial yang menampilkan petugas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berperilaku seperti militer. Video-video itu muncul sebagai respons terhadap pelatihan militer yang diterima para calon manajer Kopdes.
Ferry menilai konten-konten tersebut pada dasarnya berniat baik. "Ya biasa kan di era sosial media ya mereka sebenarnya maksudnya baik dan mereka, apa namanya, mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi dan masukan-masukan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7).
Menurut Ferry, berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan program ke depan. "Itu tentu kita akan apa jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat," katanya.
Ia juga menyinggung kritik soal lokasi Kopdes yang berada di daerah sulit dijangkau, seperti di kawasan wisata Stone Garden, Kabupaten Bandung. Ferry mengaku akan mencari solusi terkait hal itu. "Tapi kan harus dilihat juga misalkan yang bangunan, itu kan hanya berapa gitu, tapi itu karena diviral tapi, nggak... ini kita cari solusinya," tuturnya.
Artikel Terkait
Viral Gaji Manajer Koperasi Desa Rp10,5 Juta, Warganet Bandingkan dengan Gaji Dosen Rp2,6 Juta
Menkop Ferry Juliantono Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Mendag dan Menkop Hadiri Penganugerahan detikBali-Nusra Awards 2026 di Bali
Peringatan Harkopnas ke-79 Digelar Lebih Masif, Kemenkop Targetkan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Modern