Polisi mengungkap bahwa pria berinisial IR (18) sempat berhubungan intim dengan korban, Merinda Tri Agustin alias MTA (22), sebelum membunuhnya di kediaman korban di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Peristiwa ini terungkap setelah penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Lumajang.
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Ari Nuzul Aulia menjelaskan, kejadian bermula saat korban dan pelaku pergi makan malam di Kota Lumajang pada Kamis (2/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Usai makan, pelaku mengantar korban pulang. Setibanya di rumah, IR masuk ke dalam dan keduanya melakukan hubungan intim sebanyak dua kali.
Setelah itu, suasana berubah tegang. Korban merasa kesal karena pelaku terus bermain ponsel, memicu pertengkaran. Cekcok semakin memanas setelah korban diduga menghina orang tua pelaku. "Motifnya karena pelaku merasa sakit hati. Korban sering mengejek orang tuanya dengan bahasa-bahasa yang sangat kotor," ujar Ari saat dikonfirmasi, Senin (6/7).
Dalam kondisi emosi, IR keluar dari kamar untuk mengambil sebatang kayu. Ia kemudian kembali dan memukul korban sebanyak tiga kali hingga terjatuh di samping lemari. Saat korban berteriak dan berusaha melawan, pelaku menyumpal mulutnya menggunakan seprei. Setelah itu, ia mencekik leher korban dengan celana jins milik korban hingga meninggal dunia.
Usai memastikan korban tidak bernyawa, pelaku pulang ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki. Untuk menghilangkan kecurigaan, keesokan harinya ia berpura-pura meminta teman korban mengecek kondisi korban. "Itu hanya alibi pelaku. Sebenarnya dia ketakutan dan ingin memastikan korban sudah meninggal," kata Ari.
Artikel Terkait
Kekasih Bunuh Wanita Muda di Lumajang, Mayat Ditemukan Tanpa Busana
Kesal Dihina Orang Tuanya, Pemuda 18 Tahun di Lumajang Habisi Pacar Pakai Kayu dan Cekikan
Sakit Hati Diejek Usai Berhubungan Badan, Pemuda di Lumajang Bunuh Pacar dengan Balok Kayu
Pemuda di Lumajang Bunuh Pacar dengan Celana Jin, Cekcok Jadi Pemicu