Kontroversi Saaih Halilintar Canter Kuda di Aspal, Netizen Khawatirkan Kesehatan Hewan

- Senin, 06 Juli 2026 | 16:15 WIB
Kontroversi Saaih Halilintar Canter Kuda di Aspal, Netizen Khawatirkan Kesehatan Hewan

Video selebgram Saaih Halilintar menunggangi kuda keliling kota viral di media sosial. Namun, di balik pujian atas kemampuannya, banyak netizen justru menyoroti aksinya memacu kuda dengan kecepatan canter di jalan beraspal.

Kolom komentar video itu dipenuhi kritik dari para pencinta dan pegiat berkuda. Mereka menilai keputusan tersebut berpotensi membahayakan kesehatan kuda.

"Kak, mohon maaf komen, izin, ya, kak. Canter kuda di jalan beraspal sangatlah berbahaya. Permukaan aspal yang keras menimbulkan gelombang kejut yang merusak sendi dan tulang kaki kuda, serta meningkatkan risiko terpeleset dan cedera fatal bagi kuda maupun penunggangnya. Bisa merusak sendi dan tulang kuda," tulis seorang netizen.

Komentar serupa bermunculan dari pengguna media sosial lainnya. Banyak yang mengingatkan bahwa meski kuda dapat berjalan di jalan raya dalam kondisi tertentu, bukan berarti aman untuk dipacu dalam kecepatan tinggi di atas aspal.

Lantas, benarkah canter di jalan beraspal berbahaya bagi kuda? Sejumlah referensi veteriner menunjukkan kekhawatiran itu memiliki dasar ilmiah.

British Horse Society (BHS), organisasi berkuda di Inggris, menjelaskan bahwa permukaan jalan beraspal yang keras merupakan salah satu permukaan dengan risiko tertinggi bagi kuda. Aspal dapat menghasilkan benturan yang diteruskan ke sendi-sendi kaki kuda, sementara permukaan licin juga meningkatkan risiko tergelincir.

Penelitian dalam jurnal Equine Veterinary Journal juga menjelaskan bahwa interaksi antara kuku kuda dan jenis permukaan tanah sangat memengaruhi beban yang diterima sistem muskuloskeletal kuda. Permukaan yang lebih keras menyebabkan gaya benturan lebih besar, sehingga meningkatkan tekanan pada tulang, sendi, tendon, dan ligamen jika dilakukan berulang atau dalam kecepatan tinggi.

Senada dengan itu, sejumlah dokter hewan olahraga kuda menjelaskan bahwa permukaan keras seperti jalan raya masih dapat dilalui untuk berjalan atau dalam kondisi tertentu sebagai bagian dari latihan dengan pengawasan. Namun, canter bahkan gallop di atas aspal umumnya tidak dianjurkan karena meningkatkan gaya benturan pada setiap pijakan kaki kuda.

Selain risiko pada sendi dan tulang, permukaan aspal memiliki daya cengkeram berbeda dibanding arena berkuda atau tanah berpasir. Jika kuku kehilangan traksi, kuda berpotensi terpeleset yang dapat menyebabkan cedera pada hewan maupun penunggangnya.

Meski demikian, risiko cedera dipengaruhi banyak faktor, seperti kecepatan, durasi, kondisi kuku dan tapal kuda, bobot penunggang, hingga kondisi permukaan jalan. Video singkat yang beredar di media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan apakah kuda mengalami cedera atau tidak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags