Acara Diskusi Eks Menteri ESDM Mendadak Pindah ke Kedai Kopi, Sindir Pembatasan Ruang

- Senin, 06 Juli 2026 | 06:25 WIB
Acara Diskusi Eks Menteri ESDM Mendadak Pindah ke Kedai Kopi, Sindir Pembatasan Ruang

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan bahwa acara konsolidasi nasional bertajuk "Konferensi Republik" yang sedianya digelar di kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba terpaksa dipindahkan secara mendadak ke sebuah kedai kopi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Ahad, 28 Juni 2026. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Ahad (5/7/2026), Sudirman membuka pernyataannya dengan kalimat yang sarat sindiran: "Pintu ruangan boleh dikunci, tapi gagasan tidak bisa dibatasi."

Meski tidak merinci penyebab pasti pembatalan penggunaan tempat di kampus UI, pernyataan pembuka itu memicu tanda tanya publik mengenai ada tidaknya tekanan atau pembatasan ruang bagi kegiatan diskusi kritis. Sudirman mengklaim, meski lokasi berubah, antusiasme peserta tidak surut. Acara diubah menjadi hybrid, dengan sekitar 150 orang hadir langsung dan sekitar 200 orang lainnya mengikuti melalui Zoom. Ia mengapresiasi peserta yang tetap bertahan dan aktif berdiskusi hingga acara usai.

Dari forum tersebut, menurut Sudirman, lahir tiga kesepakatan utama. Pertama, penetapan platform atau tema-tema gerakan yang akan diusung. Kedua, prinsip-prinsip pengorganisasian yang mengatur cara gerakan dijalankan. Ketiga, pemilihan 20 orang "pengurus perintis" atau formatur yang akan menyusun struktur organisasi ke depan.

Sudirman juga memaparkan lima pembelajaran dari proses konsolidasi tersebut. Pertama, perubahan besar, termasuk kemerdekaan Indonesia, selalu digerakkan oleh gagasan dan pemikiran, bukan kekuatan fisik. Kedua, kebenaran tidak akan pudar meski coba "diburamkan" atau ditekan, bahkan akan makin menguat ketika direpresi. Ketiga, ia mengutip konsep "critical minimum" dari kalangan ilmuwan, yakni sekelompok kecil orang yang konsisten bersuara kritis dan menjadi pendorong perubahan terhadap status quo. Keempat, perubahan besar hanya bisa digerakkan lewat barisan yang terorganisasi, bukan sekadar kerumunan tanpa arah. Kelima, ia berpesan kepada kalangan muda untuk terus mempersiapkan diri lewat empat langkah: berserikat dan mengorganisasi diri, mengasah gagasan, membangun jembatan lintas kelompok, lintas warna, profesi, dan generasi, serta menjaga ketangguhan fisik, mental, dan moralitas.

Narasi pembukaan video yang menyinggung "pintu ruangan boleh dikunci" serta pengakuan soal pemindahan lokasi acara secara mendadak dari kampus negeri ke tempat komersial memunculkan pertanyaan mengenai kebebasan berkumpul dan berpendapat bagi kelompok-kelompok yang kritis terhadap pemerintah. Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kampus UI maupun otoritas terkait mengenai alasan pembatalan penggunaan tempat tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags