Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tidak Sehat Meski Polutan Menurun

- Senin, 06 Juli 2026 | 06:50 WIB
Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tidak Sehat Meski Polutan Menurun

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memantau kualitas udara di lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan mengerahkan dua mobil pemantau dan tiga alat portabel. Hasil pemantauan menunjukkan penurunan konsentrasi partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer (PM2,5) pada hari kelima kebakaran dibandingkan hari kedua. Meski demikian, kualitas udara di sejumlah titik masih tergolong tidak sehat.

"Ya kami memantau (kualitas udara)," kata Dirjen Penegakkan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, saat dihubungi, Senin (6/6/2026).

Ridho menjelaskan, penurunan partikel polutan terjadi seiring upaya pemadaman yang terus dilakukan. Namun, ia mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap menggunakan masker dan menjauhi area terdampak. "Apabila ada gangguan kesehatan, segera ke pos kesehatan terdekat. Karena beberapa titik kualitas udara masih tidak sehat," ucapnya.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6) dan belum sepenuhnya padam. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat karena luasnya area yang terbakar. Ridho menambahkan, intensitas pemadaman melalui udara oleh BNPB dengan water bombing, pemadaman permukaan oleh Damkar, dan pemadaman di dalam oleh Manggala Agni telah mengurangi titik-titik api.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 40 persen dari wilayah yang terbakar telah padam dan dalam proses pendinginan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu (5/7), menyatakan bahwa 60 persen sisanya masih terbakar meski sudah bisa dikendalikan. "Saat ini 40% dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan, upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam," ujarnya.

BNPB telah mengerahkan dua helikopter untuk water bombing dan akan menambah dua unit lagi, sehingga total menjadi empat helikopter, yang akan direposisi untuk mempercepat pemadaman.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags