Analis Politik Nilai Rocky Gerung Turun Tiga Oktaf Usai Serang Tiyo Ardianto

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:25 WIB
Analis Politik Nilai Rocky Gerung Turun Tiga Oktaf Usai Serang Tiyo Ardianto

Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menilai bahwa perseteruan antara pengamat politik Rocky Gerung dan pegiat media sosial Tiyo Ardianto menunjukkan perubahan posisi moral. Menurutnya, Tiyo Ardianto justru naik dua oktaf, sementara Rocky Gerung turun tiga oktaf.

Sutoyo menjelaskan bahwa satir yang digunakan Tiyo dalam kritiknya terhadap kebijakan negara adalah bentuk penolakan yang santun. Ia mencontohkan cerita Tiyo tentang kucing yang sakit luka, diobati namun justru marah dan mencakar. Di akhir cerita, Tiyo menamai kucing itu 'Prabodoh Subiyantolol'. Menurut Sutoyo, Tiyo tidak menyebut langsung nama Prabowo Subianto, melainkan hanya kebetulan mirip.

Rocky Gerung, yang berada di tempat yang sama saat Tiyo menyampaikan satir, tidak langsung merespons. Namun beberapa hari kemudian, Rocky menyerang Tiyo dengan menyebutnya bodoh tanpa menggunakan satir. Sutoyo menilai reaksi Rocky berlebihan dan tidak proporsional.

"Rocky tidak membongkar dan menguji argumen di balik satir Tiyo, langsung tembak lurus Tiyo bodoh. Wajar netizen bertanya ada apa dengan Rocky Gerung yang marah-marah dan menyerang Tiyo, terkesan dirinya seorang suhu moralitas," ujar Sutoyo.

Sutoyo juga mengingatkan bahwa Rocky Gerung sendiri kerap menggunakan bahasa kasar saat mengkritik pemerintah. Ia menyebut bahwa Rocky pernah berdalih bahasa kasar diperlukan untuk membangkitkan semangat audiens. Namun dalam kasus ini, Sutoyo menilai Tiyo tidak menggunakan sarkasme personal seperti yang dituduhkan Rocky.

"Padahal apa yang dikatakan Tiyo bukan slapstick dan bukan sarkasme personal. Ia tidak langsung menyerang personal seseorang dengan kata-kata kasar. Sementara Rocky Gerung patut diduga menerjemahkan satir Tiyo sebagai serangan langsung ke Prabowo Subianto," jelas Sutoyo.

Lebih lanjut, Sutoyo mengaitkan pernyataan Rocky yang mengaku diprovokasi Tiyo karena memintanya menaikkan satu oktaf. Rocky juga menyebut ada pihak yang melaporkannya ke polisi atas tuduhan provokasi, namun Sutoyo meragukan kebenaran laporan tersebut karena tidak ada pemberitaan tentangnya. "Mungkinkah Rocky Gerung sedang mengarang cerita?" tanyanya.

Sutoyo menyimpulkan bahwa serangan Rocky kepada Tiyo, entah itu titipan kawan atau ide murni, telah membuat Tiyo naik dua oktaf dan Rocky turun tiga oktaf. "Masih jauh dari dungu," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags