Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng perguruan tinggi, rumah sakit, media, dan institusi teknologi digital dalam upaya memperkuat ekosistem olahraga di wilayah tersebut. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama bersama sejumlah mitra di Yogyakarta, Jumat lalu.
Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa pengembangan olahraga tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci agar pembinaan atlet dan pengembangan olahraga berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Olahraga tidak bisa dikerjakan sendirian. Setelah komunikasi dibangun, sejumlah institusi dari bidang kesehatan, pendidikan, media, hingga teknologi digital bersedia berkolaborasi untuk bersama-sama mengembangkan dunia olahraga di Yogyakarta,” ujarnya kepada awak media.
Setiap mitra akan memberikan kontribusi sesuai bidangnya. Sektor kesehatan diharapkan mendukung kebugaran dan pemulihan atlet, sektor pendidikan memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan pembelajaran, media meningkatkan eksposur serta apresiasi terhadap olahraga, sedangkan institusi teknologi digital mendukung pengelolaan data, sistem penilaian, pemeringkatan, hingga komunikasi olahraga.
Menurut KGPAA Paku Alam X, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih tertata dan berkelanjutan. Ia berharap penandatanganan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi dasar pelaksanaan program yang memberi manfaat bagi pembinaan olahraga di DIY.
Adapun institusi yang menjalin kerja sama meliputi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara dr. S. Hardjolukito, Siloam Hospitals Yogyakarta, Queen Latifa Hospital Group, Universitas Teknologi Digital Indonesia, dan media Pandangan Jogja. Masing-masing akan memberikan dukungan sesuai kompetensi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Nurmandi, mengatakan pihaknya akan mendukung melalui layanan kesehatan olahraga, dokter spesialis olahraga, beasiswa bagi mahasiswa atlet, serta riset dan pendampingan atlet. UMY juga memiliki Program Studi Pelatihan Olahraga serta sumber daya di bidang psikologi yang dapat mendukung pembinaan atlet KONI DIY.
“Melalui kerja sama ini, apa yang dilakukan kampus dan apa yang dilakukan pemerintah provinsi atau KONI akan lebih simbiosis mutualisme, saling mendukung,” ujar Achmad Nurmandi. Bentuk dukungan perguruan tinggi akan disesuaikan dengan kebutuhan KONI DIY, mulai dari riset, pendampingan atlet, hingga penguatan sport science guna mendukung pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga di DIY.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Termasuk Satpam dan Admin
Kasus Daycare Little Aresha: 14 Pengasuh Jadi Tersangka Baru, Total 27 Orang
Prambanan Jazz Festival 2026 Perkuat Identitas Jazz dengan 63 Persen Line Up Bergenre Jazz
Mandiri Jogja Marathon 2026 Dorong Lonjakan Belanja Masyarakat Yogyakarta