Menteri Jumhur Ajak Semua Pihak Bersatu Memuliakan Bumi Lewat Gerakan Brebes ASRI

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:25 WIB
Menteri Jumhur Ajak Semua Pihak Bersatu Memuliakan Bumi Lewat Gerakan Brebes ASRI

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa tekad memuliakan bumi adalah satu-satunya semangat yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Gerakan Brebes ASRI dan penanaman pohon mangrove di Brebes, Jumat (3/7/2026).

"Lintas usia, lintas etnik kebudayaan, lintas agama, lintas sektoral, lintas usia, lintas intelektual, semua bisa bahu membahu bersama bersatu dalam satu tekad bersama ingin memuliakan bumi," ujar Jumhur.

Ia mengaku bangga dan bersyukur bisa berdiri bersama para kepala daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi, komunitas pegiat lingkungan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, serta relawan yang bersatu dalam satu tekad yang sama.

"Karena bumi hanya satu dan sekarang dunia resah. Saat ini pemimpin negara-negara di dunia resah karena bumi akan semakin panas, emisi akan terus bertambah. Apabila kita tidak bekerja untuk mengurangi emisi atau menyerap emisi yang sudah ada maka emisi akan terus bertambah," kata Jumhur.

Menurutnya, mangrove tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga mampu menyerap emisi udara. Penanaman mangrove menjadi penting karena sekitar 30 persen dari 3,4 juta hektare hutan mangrove di Indonesia rusak. "Sekitar hampir 800.000 hektare mangrove di Indonesia rusak dan harus dipulihkan. Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Brebes ini merupakan bagian dari upaya memulihkan 800.000 hektare hutan mangrove yang rusak. Saya ajak semua kelompok mari bergotong royong untuk menanam mangrove atau tumbuh-tumbuhan lain dalam rangka menghijaukan bumi," ajaknya.

Jumhur menekankan bahwa pemulihan mangrove bukan sekadar urusan lingkungan hidup. "Pemulihan mangrove adalah investasi bagi ketahanan pangan, ketahanan pesisir, kesejahteraan masyarakat, pengurangan risiko bencana, penciptaan lapangan kerja hijau, dan masa depan ekonomi biru Indonesia," jelasnya.

Keberhasilan, kata Jumhur, tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam dalam satu hari, melainkan dari kuatnya kolaborasi yang dibangun dan seberapa banyak mangrove yang tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat. Setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol komitmen untuk memulihkan alam. "Sebab ketika alam pulih, masyarakat menjadi lebih sejahtera, pesisir menjadi lebih tangguh, indeks kerentanan dapat ditekan, dan Indonesia semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim," ujarnya.

"Menanam hari ini bukan sekadar menumbuhkan pohon. Kita sedang menumbuhkan perlindungan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi esok," tambah Jumhur.

Wakil Bupati Brebes Wurja menyambut baik kehadiran Menteri Jumhur. Menurutnya, hal itu menambah semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Pantai Brebes dengan membudidayakan mangrove. "Selama ini warga sudah cukup banyak melakukan penanaman mangrove, dengan kehadiran beliau ini akan menambah semangat lagi," kata Wurja.

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said menilai pidato Menteri Jumhur sangat indah. "Tidak ada satu agenda manusia yang bisa menyatukan segala macam kelompok, background, dan usia kecuali upaya untuk menyelamatkan bumi," ujarnya. UHN yang berada di garis depan ingin berpartisipasi dalam kegiatan menanam 2 miliar pohon sekaligus mendukung rencana Gubernur Jawa Tengah memagari laut dengan tanaman mangrove. "Insya Allah tahun 2045, pohon mangrove yang sekarang ditanam akan memberi inspirasi juga bagi wilayah lain, kelompok-kelompok masyarakat lain. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bisa diikuti semua kelompok masyarakat, dari pemerintahan, dari kampus, dan masyarakat umum," kata Sudirman Said.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags