Menteri Hukum Buka Suara soal Pelatihan Komcad bagi Penerima Amnesti

- Kamis, 02 Juli 2026 | 12:24 WIB
Menteri Hukum Buka Suara soal Pelatihan Komcad bagi Penerima Amnesti

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas merespons rencana pemberian pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi warga binaan yang menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan skema tersebut pernah dibahas, namun pelaksanaannya harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Komcad itu pernah dibicarakan. Ya, tadi itu Komcad kan dalam pengertian tadinya kalau bisa mereka ikut. Walaupun saya tahu memang ada menyangkut soal nomenklatur di dalam undang-undang itu menyangkut soal syarat-syarat formalnya,” kata Supratman di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Supratman, Presiden Prabowo menginginkan agar warga binaan yang memperoleh amnesti, terutama yang masih berusia produktif, memiliki bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat. “Presiden menginginkan agar narapidana-narapidana atau warga binaan itu kalau diberi amnesti terutama yang berusia produktif ya, agar dikasih pelatihan,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diproyeksikan untuk mendukung penempatan para penerima amnesti di berbagai sektor ketahanan pangan. “Jadi mereka harus dilatih untuk bisa membantu di sektor-sektor ketahanan pangan. Kita mau menginginkan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada agar bisa membantu dalam proses peningkatan produktivitas terutama di pangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan Presiden Prabowo berencana memberikan amnesti kepada warga binaan pemasyarakatan pada 17 Agustus mendatang. “Mudah-mudahan ada amnesti lagi yang kedua dari Pak Presiden. Informasinya, pada 17 Agustus nanti akan ada pemberian amnesti kepada warga binaan pemasyarakatan,” kata Agus.

Agus mengatakan penerima amnesti tidak langsung dibebaskan, tetapi akan terlebih dahulu mengikuti pendidikan Komcad. “Tapi tidak langsung bebas, tapi ikut Komcad, biar mereka disiplin,” ungkap Agus.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags