Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sekitar 90 persen jemaah haji dan petugas telah kembali ke Indonesia. Meski sebagian besar sudah tiba, seluruh petugas tetap memberikan layanan penuh hingga kloter terakhir mendarat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan operasional kepulangan berjalan sesuai jadwal berkat sinergi berbagai pihak. "Hingga hari operasional haji ke-69, sekitar 90 persen jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air. Namun, bagi kami pelayanan belum selesai. Seluruh petugas tetap siaga mengawal proses kepulangan hingga jemaah terakhir tiba dengan aman dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya," ujarnya, Minggu (28/6).
Berdasarkan data, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dengan total 103.687 jemaah dan 1.066 petugas. Total kepulangan Gelombang I mencapai 104.753 orang. Sementara melalui Bandara Madinah, 212 kloter membawa 81.315 jemaah dan 848 petugas, sehingga total kepulangan Gelombang II mencapai 82.163 orang.
Hingga kini, sebanyak 472 kloter telah tiba di Indonesia dengan 182.435 jemaah dan 1.887 petugas, atau total 184.322 orang yang sudah kembali ke Tanah Air.
Maria menegaskan Kemenhaj terus memastikan setiap tahapan kepulangan berjalan optimal, mulai dari keberangkatan dari Arab Saudi, kedatangan di debarkasi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah. Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi yang memerlukan pendampingan.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang masih berada di Arab Saudi menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan. Jemaah diharapkan beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan masker di tempat ramai bila perlu.
Selain itu, jemaah diminta mematuhi ketentuan barang bawaan penerbangan dengan tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin. Air zamzam bagi jemaah haji Indonesia telah disiapkan dan akan didistribusikan setibanya di embarkasi. Jika petugas keamanan bandara menemukan air zamzam di bagasi atau kabin, air tersebut akan dikeluarkan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
"Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan hingga tiba di Tanah Air dan mematuhi seluruh ketentuan penerbangan agar proses kepulangan berjalan lancar. Air zamzam akan diterima melalui mekanisme resmi di embarkasi, sehingga tidak perlu dibawa di dalam koper. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang terus memberikan pelayanan tanpa mengenal lelah hingga fase akhir operasional. Komitmen kami adalah memastikan setiap jemaah pulang dengan selamat, sehat, dan mendapatkan pelayanan terbaik sampai kepulangan kloter terakhir. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur," pungkas Maria Assegaff.
Artikel Terkait
Pasien sebagai Konsumen: Komersialisasi Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Perlindungan Hukum
Fenomena Generasi Subtitle: Mengapa Kita Kini Sulit Menonton Tanpa Teks
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Capai 1.430 Orang, Ribuan Lainnya Terluka
Polisi Tangkap Pria Terakhir yang Terlihat Bersama Ruly Sebelum Tewas di Bandara Juanda