Roy Suryo dan dr. Tifa Diprediksi Tak Ditahan hingga Inkrah

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:25 WIB
Roy Suryo dan dr. Tifa Diprediksi Tak Ditahan hingga Inkrah

Keputusan kejaksaan untuk tidak menahan Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma pada tahap pelimpahan perkara ke pengadilan menjadi indikasi bahwa keduanya berpotensi menjalani persidangan tanpa penahanan hingga putusan berkekuatan hukum tetap. Analisis ini mengacu pada sejumlah preseden perkara serupa yang tidak berujung pada penahanan.

Dalam perkara pencemaran nama baik, tidak semua terdakwa langsung ditahan atau menjalani pidana setelah vonis. Contohnya, kasus Silfester Matutina yang telah berkekuatan hukum tetap namun eksekusinya belum terlaksana hingga kini. Begitu pula Razman Arif Nasution dan Haris Azhar yang menjalani proses persidangan tanpa penahanan hingga inkrah.

Dari sudut pandang hukum acara pidana, penahanan bukan kewajiban, melainkan upaya paksa yang hanya dilakukan jika ada kekhawatiran terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi tindak pidana. Jika terdakwa kooperatif dan memenuhi panggilan, penahanan tidak diperlukan.

Perubahan Filosofi Hukum

Pemberlakuan KUHP Nasional menandai pergeseran orientasi dari retributif menuju keadilan korektif, rehabilitatif, dan restoratif. Tujuan pemidanaan tidak lagi semata menghukum, tetapi juga membina pelaku dan memulihkan keseimbangan. KUHP baru memperluas alternatif pidana selain penjara, seperti pidana pengawasan dan kerja sosial, guna mengurangi penggunaan pidana penjara.

Secara filosofis, penegakan hukum mulai meninggalkan pendekatan bahwa setiap pelanggaran harus berujung pemenjaraan. Semangat ini memengaruhi cara aparat memandang pembatasan kemerdekaan seseorang. Dalam KUHAP, penahanan hanya boleh dilakukan jika alasan hukum terpenuhi.

Roy Suryo dan dr. Tifa dinilai kooperatif, selalu memenuhi panggilan, dan tidak mengganggu proses pembuktian. Hal ini menjadi dasar kuat bagi jaksa untuk tidak menahan mereka. Perkembangan hukum pidana yang dipengaruhi prinsip hak asasi manusia, termasuk praduga tak bersalah, turut mendukung kemungkinan status tidak ditahan hingga inkrah.

Namun, analisis ini bisa gugur jika ada intervensi di luar hukum. Masyarakat diharapkan menjaga agar proses peradilan berjalan fair tanpa tekanan kekuasaan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags