Seorang prajurit muda TNI Angkatan Laut gugur saat menjalani pendidikan pasukan elite Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) di kawasan Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Prajurit Satu Marinir (Pratu) Zalendra Ferdika meninggal dunia dalam proses pembentukan prajurit komando yang dikenal memiliki standar latihan ekstrem dan seleksi fisik serta mental yang sangat ketat.
Prajurit yang sebelumnya bertugas di Detasemen Intai Para Amfibi 2 Marinir Surabaya itu mulai mengikuti pendidikan Denjaka sejak Januari 2026. Denjaka merupakan satuan khusus TNI AL yang hanya merekrut personel terbaik dari Korps Marinir dan Kopaska, dengan kurikulum latihan yang dirancang untuk menghasilkan prajurit dengan kemampuan tempur di atas rata-rata.
Ayah almarhum, Perly Haryadi, mengungkapkan bahwa keluarga terakhir kali bertemu Zalendra saat sang putra berpamitan untuk berangkat ke Jakarta. Dalam kesempatan itu, Zalendra menyampaikan niatnya mengikuti pendidikan Denjaka dan mendapat restu penuh dari keluarga.
“Dia sempat izin kepada keluarga untuk mengikuti pendidikan Denjaka, dan kami mendukung,” kata Perly kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Namun dukungan dan kebanggaan itu berubah menjadi duka mendalam setelah kabar kematian Zalendra tiba-tiba diterima melalui sambungan telepon sekitar pukul 12.00 WIB. Perly mengaku keluarga sempat mendapat informasi bahwa kondisi fisik anaknya menurun selama menjalani pendidikan, meskipun penyebab pasti kematiannya belum diketahui.
“Sempat ada kabar kondisi kesehatannya menurun dan kurang fit, tetapi penyebab pastinya kami belum mengetahui,” ujarnya dengan suara lirih.
Pratu Zalendra Ferdika dikenal sebagai pribadi yang berbakti kepada orang tua. Ia berasal dari Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Lampung. Sebelum mengikuti pendidikan Denjaka, ia telah berdinas di satuan elite intai amfibi yang juga memiliki reputasi latihan berat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI AL belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab meninggalnya prajurit muda tersebut. Keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut dari kesatuan mengenai kronologi dan hasil investigasi atas insiden yang menimpa putra mereka.
Artikel Terkait
Madura United Kunci Tiga Poin Penting Usai Taklukkan PSM Makassar 2-0
Mentan Amran Bongkar 92 Kasus Mafia Pangan, 77 Tersangka dan Kerugian Ratusan Triliun Terungkap
Polisi Siapkan 3.000 Personel dan Rekayasa Lalin Antisipasi Euforia Bobotoh Jika Persib Menang
PERURI dan SBI Jalin Kerja Sama Cetak Koin Emas IDN Gold Terintegrasi Aset Digital