Pemerintah Matangkan Konsep Tanggul Laut dan Mangrove untuk Cegah Abrasi di Pantura

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:00 WIB
Pemerintah Matangkan Konsep Tanggul Laut dan Mangrove untuk Cegah Abrasi di Pantura

Pemerintah tengah mematangkan konsep pembangunan tanggul laut dan penanaman mangrove sebagai solusi utama untuk mencegah abrasi di pesisir utara Jawa. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa langkah ini menyasar kawasan yang dihuni sekitar 50 juta jiwa dan mencakup lima provinsi, 20 kabupaten, serta lima kota di seluruh Indonesia, khususnya di Pantura.

AHY menjelaskan bahwa ancaman di wilayah tersebut tidak hanya berupa abrasi, melainkan juga penurunan permukaan tanah yang semakin parah dari tahun ke tahun. Ia menyebutkan, laju penurunan tanah telah mencapai 15 hingga 20 sentimeter per tahun. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan intervensi serius melalui solusi infrastruktur yang terpadu.

"Bukan hanya mengantisipasi ancaman ekologis berupa penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut yang mengakibatkan banjir rob di sejumlah kawasan, terutama di Teluk Jakarta dan juga di kawasan Semarang, Demak, dan Kendal," kata AHY saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

Dalam penyusunan konsep ini, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan struktural. AHY menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan tanggul dengan solusi berbasis alam, atau nature-based solution. Salah satu yang diusulkan adalah penanaman mangrove di sepanjang pesisir untuk memecah ombak dan mencegah intrusi air laut.

"Di antaranya adalah dengan membangun tanggul. Tanggul pantai atau tanggul laut kalau memang sudah parah, dan diintegrasikan dengan konsep yang lebih alamiah. Misalnya dengan mangrove. Kita pecah ombaknya dan kita pastikan menghindari terjadinya tenggelamnya masyarakat kita di pesisir," ujar dia.

Lebih lanjut, AHY menambahkan bahwa proyek ini juga bertujuan melindungi sejumlah kawasan strategis. "Sekaligus tentunya juga melindungi sejumlah kawasan industri strategis, kawasan ekonomi khusus, dan terakhir sentra-sentra pangan yang sampai dengan hari ini juga sudah mulai terancam akibat intrusi air laut. Jadi kita ingin kombinasikan semua pendekatan itu," lanjutnya.

Di sisi lain, kebutuhan anggaran yang besar menjadi tantangan tersendiri. AHY menyatakan bahwa negara akan mengundang partisipasi pihak swasta serta komunitas bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendanai proyek ini. Ia menargetkan konsep pencegahan abrasi di pesisir utara Jawa akan rampung pada tahun depan.

"Kita kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih lebih matang lagi konsepnya," kata AHY.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar