Laporan dari Manado – Ancaman narkoba di Indonesia, terutama yang menyasar anak muda, kian hari kian mengkhawatirkan. Situasinya benar-benar darurat.
Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, tak menampik fakta itu. Dalam kunjungan kerjanya ke Manado, ia dengan tegas menyebut narkoba sebagai ancaman nyata yang butuh penanganan serius dan tak boleh setengah-setengah.
“Narkoba ini ada di mana-mana dan menjadi ancaman nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
“Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi dalam beberapa tahun ke depan bisa menyebabkan penderitaan bahkan kematian.”
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu dengan jajaran kepolisian, kejaksaan, dan Badan Narkotika setempat. Mangihut memang mengapresiasi kerja keras aparat selama ini. Tapi, menurutnya, itu belum cukup. Peredaran gelap masih merajalela di berbagai daerah dengan tingkat yang, sekali lagi, sangat mengkhawatirkan.
Di sisi lain, ia melihat akar masalahnya. Menurut politisi ini, kesadaran masyarakat akan bahaya jangka panjang narkoba masih sangat rendah. Inilah yang membuat peredarannya sulit dibendung.
Dan kelompok yang paling rentan? Tentu saja generasi muda. Mereka adalah sasaran empuk sekaligus kunci masa depan bangsa. Karena itulah, Mangihut mendesak agar langkah pencegahan diperkuat. Lingkungan pendidikan, katanya, harus jadi benteng pertama.
Keprihatinan yang Dalam Hingga Meneteskan Air Mata
Pembicaraan soal ini rupanya menyentuh sisi personal Mangihut. Ia menyoroti kondisi sejumlah daerah yang sudah terpuruk oleh narkoba, termasuk kampung halamannya di Sumatera Utara.
Pengalamannya melihat langsung dampaknya di sana begitu mendalam. Bahkan, ia mengaku sampai meneteskan air mata karena prihatin. Kerusakan yang ditimbulkan pada masyarakat sungguh masif.
“Kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya dengan nada berat.
“Ini menyangkut masa depan bangsa dan calon pemimpin Indonesia ke depan.”
Jadi, apa solusinya? Sinergi. Itu kata kuncinya. Penindakan oleh aparat harus berjalan beriringan dengan pembinaan. Aparat penegak hukum dan lembaga terkait wajib bersatu padu. Tapi yang tak kalah penting adalah membangun ketahanan diri dari para pemuda itu sendiri. Mereka harus punya kesadaran untuk menjauh dari jerat zat terlarang. Tanpa itu, semua upaya pemberantasan mungkin hanya akan jadi pekerjaan yang tak pernah benar-benar tuntas.
Artikel Terkait
Bayern Munich Balas Gol Cepat Stuttgart dengan Amukan Tiga Gol
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan
Rabiot Pecah Kebuntuan, AC Milan Bungkam Verona 1-0
Mentan Ajak Wisudawan ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Hadapi Krisis Global