Presiden Prabowo Sapa Seluruh Ketua DPRD di Penutupan Kursus Lemhannas

- Minggu, 19 April 2026 | 14:00 WIB
Presiden Prabowo Sapa Seluruh Ketua DPRD di Penutupan Kursus Lemhannas

Dari Lembah Tidar yang sejuk, Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyapa ratusan Ketua DPRD se-Indonesia. Mereka berkumpul di Kompleks Akademi Militer Magelang untuk mengikuti penutupan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD). Suasana khidmat terasa sejak awal, diawali dengan lantunan Indonesia Raya yang menggemakan semangat kebangsaan.

Acara yang berlangsung selama lima hari, dari 15 hingga 19 April 2026 itu, mengusung tema besar tentang peran pimpinan daerah menyongsong Indonesia Emas 2045. TB Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas, dalam laporannya menyebut angka yang cukup signifikan.

"KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang... yang dihadiri oleh 503 Ketua DPRD," jelas Ace.

Rupanya, fakta tentang kehadiran seluruh pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah inilah yang membuat Prabowo merasa harus datang. Ia menilai momen ini penting untuk dihadiri secara langsung.

“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden.

Nada pembicaraannya pun sengaja ia ubah. Bukan sekadar arahan formal dari seorang kepala negara, melainkan lebih pada curahan hati sesama anak bangsa. Ia ingin bicara blak-blakan, tanpa tedeng aling-aling.

“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati, saya ingin bicara apa adanya,” tuturnya.

Dari Keragaman, Lahirlah Kekuatan

Pandangannya lalu beralih pada profil peserta yang hadir. Mereka datang dari pelbagai penjuru Nusantara, dengan latar belakang suku, pendidikan, dan tentu saja, afiliasi politik yang berbeda-beda. Menariknya, justru keragaman inilah yang menurut Prabowo menjadi tulang punggung persatuan.

“Saya berpendapat sebagai anak bangsa, sebagai patriot... kita semua di tenda ini adalah patriot,” tegasnya.

Ia melihat perbedaan itu bukan sebagai tembok pemisah, melainkan fondasi kokoh untuk berkolaborasi. Poin ini ia anggap krusial. Visi besar Indonesia Emas 2045, menurutnya, tak akan terwujud hanya dengan kerja pemerintah pusat. Semuanya sangat bergantung pada kepemimpinan di daerah-daerah.

Karena itulah, ia menekankan betapa dibutuhkan pemimpin daerah yang solid dan punya integritas tinggi. Pemimpin yang orientasinya jelas: untuk rakyat. Hanya dengan itu, cita-cita bersama bisa diraih.

Selama kursus berlangsung, para peserta tak hanya duduk mendengarkan. Mereka terlibat dalam serangkaian pembelajaran intensif, pembinaan kepemimpinan, dan forum diskusi lintas daerah. Semua momen itu terekam dalam sebuah video dokumentasi yang diputar sebelum presiden memberikan arahan, menggambarkan dinamika lima hari yang padat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar