Laporan Bank Dunia yang baru dirilis menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah badai tekanan global. Khususnya, gejolak harga energi yang melanda dunia akibat ketegangan geopolitik. Ternyata, negeri ini punya bantalan yang cukup kuat untuk meredam guncangan itu.
Dalam World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Indonesia disebut sebagai salah satu negara di kawasan yang punya daya tahan. Kuncinya ada pada kinerja ekspor komoditas yang masih menggembirakan. Ekspor ini berperan seperti "lindung nilai alami", menjaga neraca perdagangan dan transaksi berjalan tetap stabil.
Pendapatan dari komoditas itu juga membantu pemerintah mengelola defisit fiskal. Jadi, meski tekanan dari luar besar, posisi keuangan negara tetap bisa dikendalikan.
Intinya, Indonesia masih punya banyak pilihan kebijakan untuk merespons dinamika ekonomi global yang tak menentu ini.
Artikel Terkait
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam