Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim

- Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim

Di sisi lain, Irawan Asaad, Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim, menekankan pentingnya data.

Menurutnya, kolaborasi dengan Unhas akan diperkuat lewat pertukaran data dan informasi. Hal ini jadi pondasi untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat.

"Data yang terintegrasi itu krusial. Dari situlah kita bisa merancang kebijakan yang responsif dan berbasis bukti," katanya.

Ia juga menyoroti dukungan untuk kegiatan penelitian. Riset diharapkan bisa melahirkan inovasi baru yang sesuai dengan kebutuhan mitigasi dan adaptasi di Indonesia.

Tak hanya sampai di situ. Irawan menyebut rencana pendampingan implementasi aksi di tingkat lokal, seperti pengelolaan sampah berkelanjutan.

"Kita bisa lakukan pendampingan secara bersama-sama. Nantinya, ini diharapkan memberi dampak nyata dan bisa jadi contoh untuk wilayah lain," jelasnya.

Kolaborasi ini bahkan membuka peluang lebih luas, termasuk pengembangan program lewat skema hibah internasional. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program berbasis sains yang mereka gagas.

Pada akhirnya, pendekatan ilmiah ini memastikan setiap kebijakan punya dasar data yang kuat. Dengan dukungan pemodelan iklim dan riset empiris, pemerintah bisa memetakan risiko dengan lebih akurat dan merancang langkah adaptasi yang benar-benar efektif. Tanpa itu, kebijakan cenderung reaktif, boros biaya, dan hasilnya belum tentu optimal.

Selain itu, pendekatan ini membantu mengalokasikan sumber daya yang seringkali terbatas ke wilayah dan kelompok masyarakat yang paling rentan. Ini soal keadilan. Agar upaya adaptasi yang kita lakukan tidak hanya efektif, tapi juga merata.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar