Benturan itu begitu dahsyat. Pengendara motor, yang hingga kini identitasnya masih diselidiki, meregang nyawa di aspal. Tak ada kesempatan untuk diselamatkan. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk menjalani visum.
Di lokasi, polisi sibuk mengamankan kedua kendaraan yang ringsek itu sebagai barang bukti. Mereka juga memeriksa sejumlah saksi yang mungkin melihat kejadian mengerikan itu. Dari pantauan awal, penyebabnya cenderung pada kesalahan sopir truk.
“Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi truk yang terlalu melebar ke kanan saat mendahului kendaraan lain,”
tegas Iptu Priono mengulang penjelasannya.
Kejadian ini jadi pengingat yang pahit. Satlantas Polrestabes Surabaya pun mengimbau semua pengguna jalan, terutama yang berkendara di jam-jam sepi dini hari, untuk ekstra waspada. Pastikan jarak aman benar-benar cukup sebelum menyalip. Ruang gerak yang sempit bisa berakhir fatal, seperti yang kita saksikan di Warugunung pagi itu.
Artikel Terkait
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pasca Gempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Mereda
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter