Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti

- Rabu, 01 April 2026 | 12:00 WIB
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti

Inilah babak yang paling menyakitkan bagi Italia. Adu penalti berubah menjadi mimpi buruk.

Bosnia tampil nyaris sempurna. Empat eksekutor mereka sukses menjebol gawang Gianluigi Donnarumma.

Sebaliknya, dari kotak penalti, Italia tampil amburadul. Mental mereka seperti hilang. Francesco Pio Esposito, yang masuk sebagai pemain pengganti, tendangannya mudah dibaca kiper. Bryan Cristante malah menendang bola melambung tinggi di atas mistar.

Hanya satu yang berhasil. Skor akhir adu penalti: 4-1 untuk Bosnia & Herzegovina.

Angka-angkanya berbicara keras: Bosnia mendominasi penguasaan bola hingga 65%. Mereka melepaskan 30 tembakan, bandingkan dengan Italia yang cuma 9. Semua statistik itu menggambarkan satu cerita: setelah kartu merah, pertandingan sepenuhnya dikuasai tuan rumah.

Di Mana Italia Tersandung?

Analisis pasca-pertandingan pasti akan menunjuk beberapa hal. Pertama, tentu saja, kartu merah Bastoni di babak pertama. Itu titik balik utama. Kedua, kegagalan mempertahankan keunggulan awal. Ketiga, kreativitas yang mandek saat harus bermain dengan sepuluh pemain. Dan yang terakhir, mental yang benar-benar drop saat adu penalti. Mereka terlihat gugup, ragu-ragu.

Sejarah untuk Bosnia, Luka Baru untuk Italia

Bagi Bosnia & Herzegovina, ini momen yang tak terlupakan. Mengalahkan raksasa Eropa seperti Italia di laga sesakit ini adalah prestasi monumental. Mereka membuktikan diri bukan sekadar peserta tambahan.

Di sisi lain, bagi Italia, ini adalah pukulan telak. Kembali gagal di laga krusial, kembali harus menelan pil pahit kegagalan kualifikasi. Mimpi ke Piala Dunia 2026 pun pupus sudah. Perjalanan panjang rekonstruksi tim nasional tampaknya masih harus terus berlanjut, dengan pertanyaan yang lebih banyak daripada jawaban.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar