"Dia jatuh, kami duga saat mencabut jalanya yang nyangkut di karang," ujar seorang petugas di lokasi, menyampaikan dugaan sementara.
Arus saat itu disebut kuat, ombaknya tidak menentu. Diduga, kondisi itulah yang menyulitkan Wadiyono untuk berenang kembali ke daratan.
Setelah dievakuasi, jasadnya segera dibawa ke rumah duka di Kelurahan Baleharjo untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga dan tetangga korban.
Merespon musibah ini, BPBD Pacitan kembali mengingatkan para nelayan. Pesisir selatan Jawa dikenal dengan gelombangnya yang bisa berubah secara tiba-tiba. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem mutlak diperlukan. Nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang, Termasuk Balita 2 Tahun
Dua Jembatan di Bondowoso Ambles Diterjang Hujan Deras