Suasana di Jalan Harimau, Mamajang, Makassar, biasanya cukup tenang. Tapi bukan itu yang terjadi pekan lalu. Seorang pria, Adrin (45), kini harus berurusan dengan polisi setelah menganiaya tetangganya sendiri dengan parang. Aksi brutal ini bahkan terekam jelas oleh kamera CCTV.
Rekaman yang beredar itu sungguh mencekam. Terlihat bagaimana pelaku mengejar korbannya di sebuah lorong sempit, sebelum akhirnya melancarkan serangan. Akibatnya, korban mengalami luka serius di tangan dan kakinya. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut penjelasan Panit Opsnal Polsek Mamajang, Ipda Nasrun, akar masalahnya sepele tapi berujung panjang. Semua berawal dari sebuah tuduhan.
"Yang diamankan ini kasus penganiayaan berat," ujar Ipda Nasrun kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
"Kronologinya berawal saat pelaku lagi duduk-duduk minum di samping minimarket. Lalu korban keluar dari lorong, dan langsung dituduh telah mencuri barang milik pelaku," jelasnya.
Tuduhan itu, rupanya, langsung memantik emosi. Korban merasa tersinggung dan tak terima. Alih-alih berdebat, dia memilih untuk balik ke rumahnya. Beberapa saat kemudian, dia keluar lagi kali ini dengan membawa parang di tangan untuk menantang Adrin.
Namun begitu, tantangan itu justru memicu reaksi yang lebih keras. Adrin, yang disebutkan bekerja di sebuah bengkel, tidak terima. Dia malah mengambil parang dari tempat kerjanya. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan di lorong yang sama. Korban sempat ditebas beberapa kali, tapi berhasil menghindar. Sampai akhirnya, nasib berkata lain.
"Korban yang terjatuh lalu ditebas pelaku di bagian kaki dan tangan," tutur Nasrun menggambarkan momen puncak kekerasan itu.
Usai melakukan penyerangan, Adrin kabur. Dia masuk dalam daftar buronan polisi. Tapi pelariannya tidak bertahan lama. Setelah lebih dari sepekan melakukan penyelidikan, tim gabungan dari Opsnal Polsek Mamajang dan Bantis Subden Gegana Satbrimob Polda Sulsel akhirnya menangkapnya.
Lokasi penangkapannya di Jalan Rappocini, Makassar, pada Senin malam. Operasi itu sekaligus mengakhiri pencarian terhadap pelaku yang telah buron sejak kejadian nahas tersebut.
"Yang diamankan satu orang atas nama Adrin ini," pungkas Ipda Nasrun, menegaskan akhir dari pengejaran.
Di sisi lain, insiden ini kembali menyoroti betapa konflik antar-tetangga, yang seringkali dipicu hal sepele, bisa meledak menjadi tragedi berdarah. Rekaman CCTV yang viral itu menjadi bukti bisu yang sulit disangkal.
Artikel Terkait
Gerindra: Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN 2026 Legal dan Sudah Sesuai Aturan
Kawanan Monyet Liar Turun ke Jalan Nasional Probolinggo-Situbondo Akibat Kekurangan Pakan
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Singapore Open Usai Dibalik Prannoy
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias