Antrian kendaraan yang mengular panjang masih jadi pemandangan sehari-hari di sejumlah SPBU Kabupaten Bone. Bukan cuma satu atau dua, tapi hampir di semua titik pengisian. Warga yang ingin mendapatkan BBM subsidi terpaksa harus bersabar, mengantre berjam-jam di bawah terik matahari.
Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari. Di SPBU Pakkasalo, Palakka, dan Ahmad Yani di Watampone, antrean didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Bahkan, antreannya membludak hingga keluar dari area SPBU, bikin macet di jalan umum sekitarnya.
Tak semua SPBU bisa melayani sampai sore. Seperti yang terjadi di SPBU Tokaseng dan SPBU Cabalu, layanan sudah ditutup sejak pukul dua siang karena stok BBM benar-benar habis. Rupanya, situasi ini memicu rasa kesal di antara para pengendara.
“Sudah dua jam saya antre, belum juga dapat giliran. Biasanya tidak seperti ini,”
keluh Ahmad, salah seorang pengendara yang ikut terjebak antrean panjang.
Ia dan beberapa warga lainnya menduga, antrean ini terjadi karena ada keterlambatan distribusi. Ditambah lagi dengan adanya pembatasan pembelian per kendaraan, yang justru bikin orang harus bolak-balik. Yang bikin tambah kesal, di tengah antrean kendaraan yang panjang, terlihat petugas SPBU masih melayani pengisian BBM ke dalam jerigen. Padahal, mestinya kendaraan yang sudah mengantre lama itu diprioritaskan.
Menanggapi situasi ini, pihak SPBU punya penjelasan sendiri. Mereka bilang stok sebenarnya masih ada, tapi konsumsinya melonjak drastis pasca libur Lebaran. Lonjakan kebutuhan inilah yang bikin antrean tak terhindarkan.
Di sisi lain, Pertamina sebagai penyuplai utama mengklaim sudah melakukan antisipasi. Muhammad Ridho Hasbullah, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel Pertamina Patra Niaga, memastikan pihaknya telah menambah pasokan, terutama untuk BBM jenis solar.
“Stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap kami jaga agar mencukupi kebutuhan masyarakat. Penyesuaian suplai terus dilakukan mengikuti dinamika kebutuhan di lapangan,”
tegas Ridho.
Menurutnya, secara umum stok dalam kondisi aman. Pertamina juga mengaku terus memantau distribusi secara intensif dan berkoordinasi dengan penyalur serta pemangku kepentingan lokal. Tujuannya satu: agar penyaluran BBM subsidi bisa lancar dan tepat sasaran.
Lilik Hardiyanto dari Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sulawesi menegaskan komitmen perusahaan. Ia menyebut Pertamina akan terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Pertamina akan terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi BBM agar aktivitas dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan lancar,”
ujar Lilik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak, sesuai kebutuhan. Harapannya, dengan distribusi yang terjaga, kegiatan produktif seperti nelayan bisa kembali optimal dan pasokan ikan di pasar pun stabil kembali.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi
Timnas Putri Indonesia Umumkan 25 Pemain untuk Garuda Champion Series 2026, Diperkuat Diaspora
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard, Menteri Fadli Zon Ungkap Kedekatan Keduanya Sejak Taruna
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama