Bagi Herdman, momen itu spesial. Ini pertama kalinya ia merasakan langsung gelora dukungan suporter Indonesia. Ia menangkap ada hubungan emosional yang kuat, sesuatu yang jarang ia temui di negara lain. Koneksi antara pemain dan penonton terasa nyata, terutama saat lagu kebangsaan menggema.
Memang, GBK sudah lama punya reputasi. Stadion ini dikenal sebagai salah satu yang atmosfernya paling berapi-api di Asia. Ribuan suporter yang memadati tribun tak pernah berhenti menyemangati. Itu jadi suntikan energi tersendiri bagi skuad Garuda.
Pujian Herdman ini sebenarnya bukan hal baru. Sudah banyak pelatih atau pemain asing yang angkat bicara soal keistimewaan sepak bola Tanah Air. Basis penggemar kita memang fanatik, penuh semangat yang sulit dicari tandingannya.
Nah, dengan dukungan seperti itu, harapannya jelas. Timnas Indonesia bisa memanfaatkannya sebagai modal untuk melangkah lebih jauh. Prestasi di kancah internasional bukan mustahil, kalau semangat dari tribun dan lapangan bisa menyatu.
Artikel Terkait
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini, Sinyal Damai Muncul di Tengah Konflik
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang