Di sisi lain, ada harapan yang lebih konkret. Musdalifa Pangka, Ketua BPW KKSS Jawa Tengah, menekankan bahwa silaturahmi saja tidak cukup. Pertemuan ini, katanya, harus bisa melahirkan sesuatu yang nyata.
"Jangan hanya datang, berkumpul, lalu pulang tanpa hasil. PSBM harus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan kerja sama nyata," tegas Musdalifa.
Ia berharap para peserta benar-benar memanfaatkan momen ini untuk membangun kolaborasi strategis. Kolaborasi yang berdampak langsung, terutama bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pihaknya dari Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi siapa saja yang ingin menjalin kemitraan dengan pengusaha di wilayahnya.
Jejaring yang Makin Mengglobal
Sebagai agenda tahunan yang berpusat di Makassar, PSBM 2026 memang punya beban harapan yang besar. Acara ini diharapkan kian memperkuat perannya sebagai wadah strategis bagi para saudagar. Bukan cuma untuk mengeratkan tali silaturahmi yang sudah ada, tapi juga merajut yang baru bahkan hingga ke tingkat internasional.
Dengan membanjirnya ribuan pengusaha dari berbagai daerah, potensinya jelas besar. PSBM bisa benar-benar menjadi motor penggerak kolaborasi ekonomi. Jika semua berjalan mulus, dampak positifnya akan terasa bukan hanya untuk daerah, tapi untuk perekonomian Indonesia secara lebih luas. Sekarang, tinggal menunggu realisasi dari semua obrolan dan janji yang terucap di sini.
Artikel Terkait
Waktu Tepat Mulai Qadha Puasa Ramadan 1447 H Usai Idulfitri
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI