"BUMN sedang saya bersihkan. Selama ini menjadi salah satu titik kebocoran terbesar kita," ucap Prabowo tanpa tedeng aling-aling.
Di sisi lain, ia merasa masih mendapat mandat dari rakyat. Dukungan itu, dalam pandangannya, adalah modal politik untuk bergerak. Kalau pun masyarakat tak lagi setuju, ia yakin mereka akan menyuarakannya. "Kalau tidak suka, bisa saja turun ke jalan," ujarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa kerusuhan hanya akan merugikan bangsa.
Poin terakhir yang ditekankannya adalah soal estafet kepemimpinan. Bagi Prabowo, semua harus berjalan sesuai koridor konstitusi. Tak ada jalan pintas.
"Mau ganti saya? Tunggu 2029. Jadi negara yang beradab, sabar," pungkasnya.
Ia mengakui bahwa destabilisasi dan arus disinformasi adalah bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Tapi pesannya jelas: segala perubahan mesti melalui mekanisme yang sah.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi