tegas Nasaruddin Umar.
Di sisi lain, Idulfitri disebutnya sebagai waktu yang tepat untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Dan keberkahan itu, katanya, tidak datang begitu saja. Ia menghampiri hati yang terbuka, serta mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itulah, Menag mengingatkan agar semangat Ramadan tidak lantas padam begitu Idulfitri tiba. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, dan tentu saja kepedulian, harus terus dirawat dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap hari.
Pesan penutupnya hangat dan khas Lebaran: “Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.”
“Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,”
tutup Menag.
Artikel Terkait
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone