Sebuah pengunduran diri yang mengguncang Washington. Joseph Kent, sang Direktur National Counterterrorism Center (NCTC), memutuskan untuk angkat kaki. Pengumuman itu ia sampaikan lewat Platform X pada 18 Juni 2025, buah dari perenungan panjangnya menyikapi perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkecamuk.
Alasannya sederhana namun berat: hati nuraninya tak lagi sanggup. Dalam unggahan itu, Kent dengan tegas menyatakan Iran bukanlah ancaman yang mendesak bagi AS. Baginya, mendukung operasi militer ini terasa janggal, bahkan bertentangan dengan prinsipnya sebagai seorang pejabat keamanan nasional.
“Saya tidak bisa lagi mempertahankan posisi ini,” tulisnya.
Ia pun menyoroti akar masalahnya. Menurut Kent, perang ini lebih banyak dipicu desakan politik dari Israel dan jaringan lobi yang kuat di dalam negeri, ketimbang oleh pertimbangan keamanan nasional yang murni. Keputusan untuk berperang, dalam pandangannya, telah melenceng jauh.
Pengunduran dirinya ini punya bobot sejarah. Kent adalah pejabat paling senior pertama di era Presiden Donald Trump yang mundur secara terbuka karena konflik Iran. Langkahnya ini seperti membuka tirai, memperlihatkan retakan dan ketegangan yang selama ini mungkin tersembunyi di balik tembok keamanan nasional Washington. Sepertinya, tidak semua orang di dalamnya sepakat dengan jalan yang ditempuh.
Dalam surat resmi untuk Presiden Trump, Kent mengingatkan kembali janji “America First”. Janji untuk tidak lagi terjerumus dalam perang panjang di Timur Tengah yang telah menelan banyak nyawa prajurit dan menguras kantong negara selama dua dekade. Ia memuji pendekatan Trump di masa awal pemerintahan dulu, yang dinilainya efektif dan terukur seperti operasi yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani, atau strategi melawan ISIS tanpa harus menyeret Amerika ke dalam kubangan konflik besar.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions